Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Para karyawan di negara kaya, Uni Emirat Arab, kemungkinan tidak akan mendapat kenaikan gaji besar-besaran pada 2015. Menurut analisis perusahaan perekrutan Morgan McKinley, karyawan di negara itu hanya akan mendapat kenaikan gaji lima sampai enam persen.
Seperti dikutip dari Emirates247, Jumat, 9 April 2015, temuan yang ditulis dalam UEA Salary Guide 2015 itu menunjukkan, kenaikan gaji terbatas ini disebabkan oleh penurunan harga minyak dan tidak seperti yang diperkirakan pada akhir 2014 lalu.
" Penyebab utamanya adalah penurunan harga minyak dunia ke level terendah dalam delapan tahun terakhir pada tahun 2014. Hingga akhir 2014, kami memprediksi adanya kenaikan gaji secara signifikan, tapi kami harus meninjaunya kembali dan menurunkan prediksi kami," kata Trefor Murphy, Direktur Pelaksana Morgan McKinley.
" Prediksi saat ini adalah penurunan harga minyak kemungkinan akan berumur pendek. Kami akan melihat peningkatan jumlah pekerjaan baru 10-12 persen, dengan gaji meningkat sesuai dengan nilai inflasi sekitar 5-6 persen. Namun, jika harga jatuh lebih jauh, prospek ekonomi kemungkinan akan berubah secara signifikan," tambahnya.
Survei sebelumnya yang dilakukan oleh Aon Hewitt, perusahaan untuk solusi pensiun dan kesehatan, menyatakan bahwa pengusaha di UEA dapat menyesuaikan kenaikan gaji rata-rata 4,8 persen pada tahun 2015.
Angka tersebut sedikit turun dari perkiraan yang dibuat pada tahun 2014 dan 2013, yakni 5,1 persen dan 5 persen. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan di seluruh UEA sedang sedikit lebih konservatif dengan anggaran mereka tahun ini dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Karyawan mungkin harus puas dengan kenaikan gaji yang terbatas selama beberapa tahun terakhir, termasuk pada tahun 2015. Kabar baiknya adalah bahwa kenaikan biaya sewa tempat tinggal dalam beberapa tahun terakhir mungkin akan menjadi stabil seperti sekarang.
" Bagi banyak orang, biaya hidup yang paling mahal yang melampaui kenaikan gaji adalah biaya sewa tempat tinggal yang telah melonjak ke tingkat 15-20 persen per tahun pada 2014, sementara harga rumah meningkat sebesar 12-15 persen," jelas Murphy.
" Salah satu dampak dari kenaikan biaya hidup ini adalah karyawan lokal akan cenderung menunggu mendapat kenaikan gaji besar sebelum pindah pekerjaan, dan ini merupakan faktor yang menekan perusahaan," tambah Murphy.
Sepertinya, bukan hanya karyawan yang tidak akan menikmati kenaikan gaji tinggi tahun ini, tapi para bos juga bersiap-siap mengimpor pekerja asing jika pekerja lokal menuntut kenaikan gaji terlalu besar.
" Banyak perusahaan yang tidak mau rugi dengan masalah gaji dan mereka akan mendatangkan pekerja profesional dari luar negeri," tutupnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya