Awalnya Menolak, Negara Ini Malah Ketagihan Keuangan Syariah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 9 Mei 2017 16:15
Awalnya Menolak, Negara Ini Malah Ketagihan Keuangan Syariah
Awalnya ditolak, kini keuangan syariah diberi `karpet merah` di Kenya.

Dream - Kabar baik tentang keuangan syariah berasal dari Kenya. Salah satu negara di Afrika Timur ini ingin memposisikan dirinya sebagai hub keuangan syariah di Afrika.

Dilansir dari Quartz, Selasa 9 Mei 2017, Kementerian Keuangan Kenya berencana untuk menjadikan keuangan syariah sebagai stimulus pertumbuhan ekonomi dan menjadi salah satu pendanaan pembangunan.

Menteri Keuangan Kenya, Henry Rotich, mengatakan pemerintah Kenya mengajukan amademen untuk regulasi keuangan dan menerbitkan aturan baru untuk memfasilitasi skema tunjangan pensiun syariah. Rotich optimistis skema pensiun syariah bisa mendorong penerbitan sukuk.

Sekadar informasi, 11 persen dari 44 juta penduduk Kenya adalah orang Islam. Namun, pada masa lampau, pemerintah Kenya sulit meyakinkan parlemen tentang potensi keuangan syariah, terutama saat pemerintah memerangi kelompok ekstremis, Al-Shabaab.

Sejak menyerang Somalia pada 2011, Shabaah menyerang orang Nasrani di bus, menyerang gereja, menyerbu di pusat perbelanjaan, dan membunuh 147 orang di universitas.

Kini, Kenya mengizinkan perbankan dan keuangan syariah untuk berkembang. Berbicara saat pertemuan tahunan East Africa Islamic Economy Summit, pada 11 April 2017, Chief Executive Officer di Capital Market Authority, Paul Muthaura, mengatakan Kenya ingin menjadi hub bagi keuangan syariah.

Negara yang beribukota negara Nairobi, telah menjadi pemimpin regional di perbankan syariah. Mereka memiliki 2 bank syariah, 1 perusahaan asuransi syariah, 1 perusahaan reksa dana, dan 2 koperasi syariah.

Pada Desember 2016, Kenya bergabung ke Islamic Financial Services Board, sebuah lembaga keuangan syariah—berbasis di Malaysia—yang mengatur dan mempromosikan keuangan syariah di seluruh dunia.(sah)

Beri Komentar