Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui pangsa pasar keuangan syariah di Indonesia masih kecil. Dalam beberapa tahun terakhir, aset bank syariah tak pernah beranjak dari angka 5 persen dari total industri keuangan di Tanah Air.
Angka itu kalah jauh dari Malaysia yang melaporkan pangsa pasar bank syariah telah menembus 40 persen.
" Indonesia itu baru 5 persen. Marjinal betul," kata Ketua Dewan Komisoner OJK, Muliaman D. Hadad, dalam acara " Syariah Economic Outlook: The Islamic Economics Growth in Indonesia 5 Years Ahead" di Jakarta, Selasa 2 Mei 2017.
Walaupun pangsa pasarnya masih kecil, Muliaman mengatakan infrastruktur keuangan syariah di Indonesia tergolong lengkap. Di sampung keuangan konvensional, ada juga keuangan syariah. Sebut saja ada bank syariah, pegadaian syariah, BPJS syariah, termasuk pasar modal syariah.
" Walaupun kecil, infrastrukturnya sudah lengkap," kata dia.
Menurut catatan OJK, Muliaman mengatakan, dari perbankan, ada 13 bank umum syariah, 21 unit usaha syariah, dan 164 bank perkreditan rakyat syariah (BPRS). Dari pasar modal syariah, ada 346 daftar efek syariah, 132 reksa dana syariah, 55 sukuk korporasi senilai Rp12,54 triliun, dan sukuk negara senilai Rp411,37 triliun.
Dari sektor industri keuangan non bank, ada 11 asuransi syariah, 3 perusahaan pembiayaan syariah, 2 perusahaan penjaminan syariah, 4 modal ventura syariah, dan 14 lembaga keuangan mikro syariah.(Sah)
Advertisement

Cara Mendidik Anak agar Menjadi Pekerja Keras dan Tidak Mudah Menyerah

Benarkah Setiap Kopi Hitam Memiliki Kandungan Kafein Berbeda-beda? Ini Alasannya

Suku Vandal dari Eropa dan Asal-Usul Kata “Vandalisme” untuk Mengartikan Kekerasan

Lebih Baik Menggunakan Pakaian Longgar atau Ketat Saat Berolahraga?

Enrique Maluku: Pelaut yang Disebut sebagai Pengeliling Dunia Pertama, tetapi Kurang Dikenal

Cara Agar Anak Tidak Tumbuh Menjadi Pribadi yang Manja dan Menyebalkan

Cara Menghindari Kelelahan Mengambil Keputusan yang Kita Lakukan