Dream - Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad, heran dengan posisi aset keuangan syarian Indonesia yang menduduki peringkat ke-9. Padahal, Indonesia merupakan negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia.
" Indonesia dengan Muslim terbesar, yang nomor satu, (tapi) nomor 9 dari 10 (besar untuk aset keuangan syariah)," kata Muliaman dalam acara 'Peluncuran Forum CEO SIKOMPAK Syariah' di Jakarta, Senin 3 April 2017.
Menurut Muliaman, kajian 'State Global Islamic Economic 2016' menyebutkan aset keuangan syariah global mencapai US$2 triliun atau setara Rp26.642 triliun pada 2016. Jumlah ini diprediksi meningkat hingga menyentuh angka US$3 triliun atau setara Rp39.963 triliun pada 2021.
Semestinya, tambah dia, Indonesia menduduki peringkat pertama untuk sisi aset. " Mestinya, penduduknya nomor satu, asetnya juga nomor satu," ujar Muliaman.
Dia mengatakan, Indonesia memiliki potensi sebagai negara pemimpin baru di keuangan syariah atau emerging economic leader. Indonesia dapat berdiri setara dengan negara-negara pemimpin keuangan syariah dunia, seperti Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
" Semoga titel ini menambah semangat kita dan harus menjadi kerja keras untuk meningkatkan aset keuangan syariah," kata dia.
Menurut data OJK per Januari 2017, aset perbankan syariah menembus angka Rp353,5 triliun dan pangsa pasarnya 5,18 persen. Sedangkan pangsa pasar reksa dana syariah mencapai 4,43 persen dan sukuk korporasi 3,83 persen.
Sampai Desember 2015, market share asurasi syariah mencapai 3,44 persen dan lembaga pembiayaan syariah 7,24 persen.
Advertisement

Cara Mendidik Anak agar Menjadi Pekerja Keras dan Tidak Mudah Menyerah

Benarkah Setiap Kopi Hitam Memiliki Kandungan Kafein Berbeda-beda? Ini Alasannya

Suku Vandal dari Eropa dan Asal-Usul Kata “Vandalisme” untuk Mengartikan Kekerasan

Lebih Baik Menggunakan Pakaian Longgar atau Ketat Saat Berolahraga?

Enrique Maluku: Pelaut yang Disebut sebagai Pengeliling Dunia Pertama, tetapi Kurang Dikenal

Cara Agar Anak Tidak Tumbuh Menjadi Pribadi yang Manja dan Menyebalkan

Cara Menghindari Kelelahan Mengambil Keputusan yang Kita Lakukan