Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Pelajar Menunjukan Uang Baru Saat Sosialisasi Penerbitan Uang Tahun Emisi 2016 Di Kota Gorontalo, Gorontalo, Rabu (18/1). (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)
Dream - Pemerintah punya pekerjaan besar untuk mengenalkan keuangan syariah ke masyarakat. Hasil survei terbaru mencatat indeks literasi bank syariah di Indonesia baru mencapai 6,63 persen.
Indeks literasi ini menunjukan seberap besar pemahaman masyarakat terhadap bank syariah termasuk produk dan layanannya.
Direktur Penelitian, Pengembangan, Pengaturan, dan Perijinan Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Deden Firman menganggap kesenjangan antara inklusi bank syariah dan tingkat literasi menjadi peluang bagi pelaku usaha ini untuk menawarkan berbagai produk.
" Saat ini sebagian besar nasabah hanya menggunakan produk lama seperti tabungan dan pembiayaan mikro, namun mereka belum terlalu kenal dengan produk turunan seperti deposito dan bank notes," ujarnya dikutip Dream dari laman salaamgateway, Rabu, 1 Februari 2017.
Deden berharap, nasabah bisa semakin paham dan mengakses lebih banyak produk bank syariah untuk mendorong pangsa pasar dari aset keuangan syariah.
Data OJK menunjukan, total aset bank syariah bertahan di level Rp 340 triliun, atau hanya 5 persen dari aset perbankan di Indonesia. Posisi ini masih jauh dari target jangka menengah pemerintah berkisar 9-12 persen.
Secara umum, tingkat literasi syariah berada di level 8,11 persen, sementara tingkat inklusi syariah ada di level 11,06 persen. Industri perbankan syariah mencatat indeks literasi tertinggi 6,63 persen, diikuti asuransi syariah (takaful) 2,51 persen, pegadaian syariah 1,63 persen dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 0,24 persen.
Di sisi inklusi, bank syariah juga mencatat nilai indeks tertinggi tertinggi 9.61 persen, diikuti takaful 1,92 persen, gadai 0,71 persen, dan IKNB 0,24 persen.
Masyarakat di Jawa Timur mencatat tingkat literasi tertinggi sebesar 29,35 persen. Sementara Aceh mencatat tingkat inklusi 41,45 persen, diikuti Maluku 24,73 persen.
“ Ini bukan berarti wilayah dengan tingkat literasi tertinggi akan mencatat tingkat inklusi lebih baik," ujar Deden.(Sah)
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?