Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Muliaman D. Hadad (Foto: Dream.co.id/Arie Dwi Budiawati)
Dream – Pasar modal syariah mendominasi aset keuangan syariah. Namun di balik kabar baik tersebut, penerbitan surat utang (Sukuk) masih didominasi sukuk negara. Peran sukuk korporasi masih sangat kecil.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D. Hadad, mengatakan kecilnya porsi sukuk korporasi terhadap aset keuangan syariah ini disebabkan oleh sosialisasi yang kurang maksimal. Untuk itu, diperlukan sosialisasi yang lebih untuk menggalakkan sukuk korporasi.
“Saya kira harus ada sosialisasi. Kalau ramai, biayanya bisa lebih murah,” kata Muliaman di Jakarta, ditulis Rabu 3 Mei 2017.
Muliaman mengatakan perlu ada dorongan kemudahan penerbitan sukuk korporasi, baik dari regulator maupun penyelenggara. Misalnya, biaya transaksi sukuk korporasi ditekan.
“Jadi, lebih menarik bagi korporasi untuk menerbitkan sukuk korporasi,” kata dia.
Sekadar informasi, menurut data OJK, per Februari 2017, total aset keuangan syariah tercatat sebesar Rp897,1 triliun. Pasar modal syariah mendominasi aset ini dengan nilai aset yang mencapai Rp451,2 triliun atau 50 persen dari total aset keuangan syariah.
Kalau diperinci, aset pasar modal syariah ini terdiri atas sukuk korporasi sebesar Rp11,75 triliun, reksa dana syariah sebesar Rp16,2 triliun, dan sukuk negara sebesar Rp423,29 triliun.(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?