Dream - Kompetisi semakin meningkat di pusat-pusat keuangan dunia. Utamanya dalam upaya menikmati manisnya keuangan Islam yang mulai berkembang, di luar basis tradisionalnya seperti Asia Tenggara dan Timur Tengah.
Saat ini mereka menyoroti pasar sukuk (obligasi syariah) yang tengah booming. Luxembourg, Inggris dan Hong Kong yang telah menerbitkan sukuk mereka tahun ini, terus mendorong lebih banyak penerbitan sukuk di masa depan.
Namun di Liechtenstein, sebuah negara kecil di Alpine dengan populasi hanya 36 ribu jiwa itu, sedang berkonsentrasi menawarkan wealth management melalui usaha terkoordinasi oleh sektor publik dan swasta.
Ketua Financial Market Authority (FMA) Urs Philipp Roth-Cuony mengatakan, pengatur keuangan sedang mempelajari perubahan pajak dan hukum. Langkah ini untuk memfasilitasi wealth management yang sesuai prinsip syariah. Termasuk aspek hukum warisan dan korporasi.
" Sepertinya sangat bisa untuk memadukan prinsip syariah dengan standar keuangan Barat. London dan Luxembourg telah melakukannya. Seharusnya itu tidak ada masalah," kata Roth-Cuony seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu, 11 Oktober 2014.
Sebuah konferensi di Liechtenstein pada 28 Oktober mendatang akan mendatangkan ulama syariah dan pelaku industri di bidang terkait, termasuk Islamic Financial Services Board (IFSB) Malaysia dan International Islamic Financial Market (IIFM) Bahrain.
FMA kemungkinan akan mengikuti langkah IFSB, menjadi regulator keuangan syariah kedua di Eropa setelah Luxembourg.
" Jika kami sukses memulai proses pembangunan pasar keuangan Islam di sini, maka tentu saja IFSB adalah tempat yang pertama kami tuju," ungkap Roth-Cuony.
Keuangan Islami mengikuti prinsip keagamaan yang melarang aktivitas seperti judi dan spekulasi moneter secara langsung.
Satu dekade yang lalu, Liechtenstein dikenal sebagai negara yang memiliki undang-undang kerahasiaan bank yang membebaskan miliarder dunia untuk tidak membayar pajak. Namun kini negara tersebut telah mereformasi aturan perbankan mereka dan menjadi pusat investasi yang berorientasi sosial.
Sampai bulan Desember 2013, terdapat 119 perusahaan manajemen aset di Liechtenstein dengan total aset mencapai US$ 31,3 miliar, naik 26,6 persen dari tahun sebelumnya.
Bank terbesar Liechtenstein LGT yang dimiliki oleh anggota kerajaan, memiliki koneksi di Timur Tengah melalui cabang mereka di Bahrain dan Dubai.
" Sistem keuangan Islam dapat membantuk membangun ikatan baru yang lebih kuat," kata Pangeran Michael vonund zu Liechtenstein, seorang anggota keluarga kerajaan dan Kepala Industrie und Finanzkontor, sebuah perusahaan wealth management.
" Kami berharap investor dan pebisnis dari Timur Tengah dan Asia melihat usaha kami sehingga akan tercipta hubungan yang lebih kuat," tegasnya. (Ism)