Kereta Cepat Jakarta-Bandung Jadi yang Pertama di Asia Tenggara

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 15 Mei 2019 06:43
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Jadi yang Pertama di Asia Tenggara
Proyek infrastruktur ini dipastikan akan rampung tahun depan.

Dream – Menteri BUMN, Rini M. Soemarno, mengatakan bahwa proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang ditargetkan kelar pada 2020 bakal menjadi yang pertama di Asia Tenggara. Akhir tahun ini, pembangunan jalur kereta itu bakal selsai 60 persen.

“ Saya akan terus mengawal dan memastikan proyek berjalan baik. Semua ini juga tidak terlepas dari dukungan dari semua pihak, baik Pemda Jawa Barat, stakeholder dan masyarakat,” kata Rini dalam keterangan tertulisnya, Selasa 14 Mei 2019.

Hari ini, Rini meninjau penembusan Tunnel Walini. Setelah dikerjakan selama 15 bulan, terowonga dengan panjang 608 meter ini menjadi tunnel pertama dari 13 tunnel lainnya yang berhasil ditembus.

Detik-detik penembusan Tunnel Walini dikemas dalam acara bertajuk “ Tunnel Walini Breakthrough” dan prosesnya disaksikan langsung oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno; Dutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Republik Indonesia, Xiao Qian; Direktur Jendral Pengadaaan Tanah, Arie Yuriwin; Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil; Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna; serta sejumlah Direksi BUMN.

1 dari 2 halaman

Dorong Penyelesaian Kereta Cepat

Rini juga menegaskan, pemerintah terus mendorong penyelesaian proyek kereta cepat ini sehingga mampu menciptakan pusat-pusat perekonomian baru. Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, keberadaan proyek ini bertujuan mengurai kepadatan di Jakarta maupun Bandung, sehingga mendorong pemerataan ekonomi.

“ Kita optimistis proyek ini berjalan baik dan kalau kita bisa selesaikan akhir 2020, ini bisa jadi kereta cepat pertama di Asia Tenggara," kata dia.

Direktur Utama KCIC, Chandra Dwiputra, menyampaikan apresiasi kepada para kontraktor atas keberhasilan menembus Tunnel Walini. Pengerjaan tunnel selama ini menjadi menjadi salah satu prioritas dalam proyek KCJB dengan mempertimbangkan tingkat kesulitan dan durasi kerja yang lama.

Dengan demikian, Chandra meyakini bahwa titik-titik pembangunan lainnya yang kini sedang dikerjakan akan segera rampung. Pembangunannya sedang digelar secara masif dan merata di berbagai titik guna mencapai target progress pada akhir tahun sebesar 59,78 persen.

Milestone ini akan semakin menumbuhkan keyakinan dalam diri masyarakat Indonesia bahwa memiliki kereta cepat di Indonesia bukan lagi menjadi impian yang tidak bisa diwujudkan," kata dia.

2 dari 2 halaman

Mengenal Tunnel Walini

Sebagai terowongan pertama yang berhasil ditembus, Tunnel Walini memiliki lebar diameter dalam mencapai 12,6 meter dan lebar diameter luar mencapai 14,3 meter.

Terowongan yang berlokasi di Kecamatan Cikalongwetan, Bandung Barat, ini memiliki wesel di dalamnya serta 2 jalur kereta cepat dengan posisi DK95+472 pada inlet dan DK96+080 pada outlet. Sisi outlet dari tunnel ini akan langsung terhubung dengan Stasiun Walini.

Proses konstruksi Tunnel Walini dilakukan pada sisi inlet dan outlet secara bersamaan dengan menggunakan metode open-cut dengan menggali permukaan tanah hingga ke dasar galian dengan sudut lereng galian tertentu (slope angle).

Tunnel Walini merupakan terowongan garis lurus dengan kemiringan 1‰ (satu per mil) dan memiliki klasifikasi tingkat batuan yang cukup tinggi (grade V) serta kedalaman maksimum 37 meter.

Dengan metode ini, sisi inlet tunnel memiliki total panjang galian 228 meter sedangkan sisi outlet sepanjang 380 meter. Pengerjaannya sendiri melibatkan lebih dari 120 pekerja konstruksi dengan penggalian tunnel mencapai rata–rata 35 meter dan pengecoran secondary lining rata-rata 36 meter setiap bulannya.

Beri Komentar
Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan