Ilustrasi Kereta Cepat. (Foto: Shutterstock)
Dream – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung selesai 60 persen hingga akhir tahun ini.
“ Akhir tahun depan target selesai 100 persen,” tulis pria yang akrab dipanggil Kang Emil ini di akun Instagram @ridwankamil, Selasa 14 Mei 2019.
Kalau sudah selesai, perjalanan Jakarta-Bandung dengan kereta cepat bisa menempuh waktu 40 menit.
Dia mengatakan, Menteri BUMN, Rini Soemarno, juga menyaksikan selesainya terowongan di area Walini. Terowongan ini sepanjang 608 meter.
“ (Terowongan) yang dikerjakan mayoritas oleh pekerja lokal asal Cipeundey area Walini,” tulis Ridwan Kamil.
Mantan wali kota Bandung ini menambahkan, keberadaan kereta cepat bisa menghadirkan empat kawasan kota baru. Keempatnya adalah Halim, Karawang, Walini, dan Tegal Luar.
“ Pengembangan kawasan inilah yang menjad modal membangun proyek ini, atau B to B, sehingga tidak menggunakan dana APBN langsung,” tulis Ridwan Kamil.
Dia menyebut empat kawasan ini bisa menghasilkan 3 juta-5 juta lapangan kerja baru bagi generasi Z Jawa Barat. Itu terjadi kalau empat kawasan ini terwujud dalam 5-10 tahun ke depan.
Ridwan Kamil juga mengusulkan kereta cepat dilanjut ke Bandara Kertajati. “ Pemprov Jabar mengusulkan agar kereta cepat dilanjut 60 km ke Bandara Kertajati di kawasan special economic zone REBANA,” tulis dia.
Warganet menyambut baik dengan progress kereta cepat Jakarta-Bandung. Mereka berharap proyek ini segera rampung sehingga bisa mempermudah untuk transportasi ke Bandung.
Netizen juga berpesan agar harga tiketnya tidak terlampau mahal.
" Asyikkk. Warga Jakarta nggak perlu bermacet-macet ria ke Bandung," tulis @ann_liu210.
" Wah gila sih ngejar kerjaan balik lagi ke Jakarta masih bisa nih...berangkat pagi balik siang," tulis @didivai.
" Akhirnya bisa liburan ke Bandung dengan cepat nanti,, bisa sehari bolak balik hehe.. semoga di beri umur panjang biar bisa cobain, amiin," tulis @bayudwiprayogo.
" Jangan mahal-mahal, ya, pak, tiketnya biar kami para mahasiswa bisa sering-sering pulang nengokin orang tua huhuuu," tulis @sudutpandangtia.
Advertisement