Kisah Kelam Bisnis `Rambut Perawan`, Menyedihkan

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 21 Oktober 2016 07:15
Kisah Kelam Bisnis `Rambut Perawan`, Menyedihkan
Para gadis itu mengantre. Sangat panjang. Menunggu giliran untuk mencukur rambut perawan yang bernilai mahal saat menjadi rambut palsu. Ini kisah kelam bisnis `rambut perawan`

Dream - Naomi Isted sedang berdiri di depan cermin sebuah salon di London. Perempuan berusia 30 tahunan yang terlihat masih cantik itu tersenyum ketika melihat rambut pirang barunya yang tampak tebal dan berkilau.

Dia telah menghabiskan tiga jam untuk memasang ekstensi rambut senilai 1.000 poundsterling atau hampir Rp 16 juta. Harga mahal itu karena ekstensi yang dipasangnya terbuat dari rambut manusia asli.

Siapa sangka, ekstensi rambut palsu yang berasal dari rambut asli pra wanita itu menyimpan kisah seram.

Lihatlah angka ini. Inggris yang pengimpor terbesar rambut palsu ketiga di dunia, membeli 43 juta ton rambut manusia per tahunnya. Itu cukup untuk menutupi dua juta kepala, atau melingkari Bumi 3.200 kali.

Tapi sangat sedikit perempuan Inggris yang memakai ekstensi rambut yang berusaha berpikir tentang asal-usul aksesori yang mereka banggakan dan pamerkan itu.

Media Inggris, Daily Mail menelusuri bisnis rambut palsu, termasuk ekstensi rambut, yang ternyata kelam dan menyedihkan.

 

1 dari 3 halaman

'Rambut Perawan' dari India

Di Kuil Yadagirigutta di India selatan, para perempuan miskin menunggu dengan sabar dalam antrean panjang untuk dicukur kepalanya. Rambut mereka tidak pernah diwarnai, dipotong atau ditata. Karena masih murni, rambut mereka disebut 'rambut perawan'.

Rambut mereka sangat berharga bagi tukang cukur, yang hanya butuh lima menit untuk menghabisi semuanya hingga gundul dengan pisau baja.

Di antara mereka adalah Lavanya Kakala, perempuan 28 tahun yang rambut sepanjang pinggangnya baru saja dipotong. Dia tidak menerima apa pun sebagai imbalan. Lavanya bahkan bersikeras untuk menolak imbalan atas rambutnya.

" Saya melakukan ini karena saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Tuhan saya. Saya tidak menyesal dengan apa yang sudah terjadi pada rambut saya. Jika perempuan lain punya rambut buruk dan ingin menggunakan rambut saya, itu terlihat lebih baik, daripada berakhir di tempat sampah," katanya.

Sudah menjadi tradisi bagi para perempuan untuk menyumbangkan rambut mereka untuk kuil Hindu, meski tahu itu akan dijual ke pengepul untuk ditukar uang.

Rambut Lavanya termasuk yang memiliki kualitas tertinggi. Perempuan India, terutama di selatan, menghindari shampoo kimia. Mereka sering menyisir rambut dan merendamnya dalam minyak kelapa agar tetap sehat dan berkilau.

Meskipun berwarna gelap, setiap helai rambut perempuan India selatan terlihat alami setelah mengalami proses pemutihan sehingga mudah diwarnai pirang, yang merupakan warna yang paling populer di salon Inggris. Akibatnya, rambut India mengalami permintaan yang meningkat,dan negara ini adalah salah satu pengekspor rambut teratas.

Satu kuil bernama Tirumala konon mampu memperoleh penghasilan 22 juta poundsterling dalam satu tahun. Dana ini katanya untuk membiayai sekolah baru dan rumah sakit, meskipun aliran uang itu sulit untuk dilacak.

2 dari 3 halaman

Menarget Orang Miskin

Kuil bukan satu-satunya yang bermain di bisnis internasional ini. Beberapa tahun belakangan ini mulai banyak pengepul rambut ke Asia dan Eropa Timur untuk mengumpulkan rambut. Mereka menawarkan uang ganti yang murah kepada para perempuan muda miskin yang bersedia dipotong rambutnya.

Di India, para pengepul sering menargetkan para suami, dengan menawarkan uang 6 poundsterling jika mereka membujuk istri mereka untuk menjual rambut mereka.

Bahkan ada laporan seorang suami memaksa istrinya untuk melakukan penggundulan, atau perempuan diserang dan dicukur rambutnya oleh kelompok geng.

Anak-anak perempuan yang tinggal di kampung kumuh sering ditipu dengan kepala mereka dicukur untuk ditukar dengan mainan.

" Saya dipegang oleh sekelompok orang yang memotong rambut saya," kata seorang gadis. " Sementara perempuan lain ada yang diperas dan diancam."

 

3 dari 3 halaman

Perburuan Rambut Hingga ke Tempat Sampah

Selain India, rambut dari Eropa Timur juga sangat diminati. Sayangnya, rambut dari Eropa Timur yang dikenal dengan Rambut Slavyanka sulit didapat. Rambut Slavyanka berasal dari perempuan Slavia yang dikenal memiliki rambut lembut dan pirang secara alami.

Di beberapa wilayah terpencil di Siberia dan Ukraina sering diadakan acara pemotongan rambut bulanan. Namun ketika dijual ke pengepul harganya sangat rendah. Rambut berwarna cokelat gelap sepanjang 25 inci hanya dihargai 38 poundsterling. Sedangkan yang berwarna cokelat muda hanya 45 poundsterling.

Selain hasil potong rambut, para pengepul juga pergi dari salon atau rumah satu ke yang lainnya untuk mengumpulkan rambut yang rontok. Seperti diketahui, rambut perempuan akan rontok 50 sampai 100 helai per harinya.

Rambut rontok ini biasanya dalam kondisi yang tidak bagus dan yang memberi rambut diberi uang dalam jumlah yang sangat kecil, atau dalam bentuk barang, biasanya jepit rambut atau sabun mandi.

Tidak itu saja, pengepul juga berburu rambut hingga ke tempat sampah atau dengan menyapu sisa-sisa potong rambut pelanggan di salon.

Pengepul, yang jumlahnya mencapai 50.000 di Asia saja, kemudian menyetorkan kepada gudang-gudang rambut untuk dilakukan penyortiran yang memakan waktu lama dan tenaga yang tidak sedikit.(Sah)

 

Beri Komentar