Kisah Satpam Bank `Main` Saham, Modal Rp8 Juta Dapat Rp70 Juta

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 6 Desember 2016 17:30
Kisah Satpam Bank `Main` Saham, Modal Rp8 Juta Dapat Rp70 Juta
Lima tahun investasi saham, kini kekayaannya sebesar Rp70 juta.

Dream – Tak jarang orang-orang takut untuk berinvestasi saham. Selain risiko kehilangan uang yang besar, mereka menganggap investasi saham membutuhkan banyak uang sehingga investasi pun hanya bisa dilakukan oleh orang yang berduit tebal.

Pemikiran ini pun dipatahkan oleh seorang satpam bernama Suherman. Dia memberanikan diri untuk berinvestasi saham dengan modal tipis pada tahun 2011.

“ Waktu itu, saya investasi Rp7 juta,” kata Suherman kepada Dream, usai acara “ MOST Award 2016” di Jakarta, ditulis Selasa 6 Desember 2016.

Dengan uang ini, dia menempatkan dananya di saham emiten semen dan konstuksi. Dikatakan bahwa ada keuntungan yang didapat dari investasi saham. Sayangnya, dia tidak ingat berapa jumlah cuan yang didapat dari menabung saham.

“ (Keuntungan yang) dulu, nggak ingat,” kata pria kelahiran Bandung tahun 1982 itu.

 

1 dari 3 halaman

3 Hari Untung Rp2 Juta

Namun, kata Suherman, akhir-akhir ini dia bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan banyak dari investasi saham. Pria hobi bersepeda ini pernah mendapatkan keuntungan Rp2 juta dalam 3 hari.

Keuntungan itu diperoleh Suherman saat menyimpan investasi sahamnya di emiten perusahaan tambang pelat merah, PT Aneka Tambang Tbk (Persero). Dengan modal Rp8 juta, dia mendapatkan untung Rp2 juta dalam waktu 3 hari dari transaksi jual beli emiten berkode ANTM itu.

Namun tak selamanya Suherman mendapat untung besar. “ Ada yang dapat Rp500 ribu. Lumayan,” kata dia yang bekerja sebagai sekuriti kantor bank di Bandung, Jawa Barat.

 

 

2 dari 3 halaman

Kini Punya Rp 70 Juta

Kini Suherman telah lima tahun berkecimpung dalam investasi saham, Portofolionya pun terus menggelembung. Catatan terakhir, Suherman membukukan portofolio aset di rekening nasabah sebesar Rp70 juta.

Hasil dari keuntungan jual beli saham dia digunakan untuk kebutuhan sehari-hari mulai dari kebutuhan keluarga sampai keperluan membayar uang les adiknya.

Selam ini Suherman memang berprinsip menyimpan hasil investasi ke dalam dua pos. Pos pertama adalah trading dengan porsi 40 persen dan pos tabungan 60 persen. “ Itu komitmen pada diri sendiri,” kata Suherman.

 

 

3 dari 3 halaman

Alasan Investasi Saham

Laki-laki yang bekerja sebagai satpam sejak tahun 2005 ini mengaku tergelitik untuk investasi saham. Lulusan D-3 Administrasi Bisnis ini pun belajar investasi saham dari buku-buku investasi, lalu dipraktikkan.

Menurut dia, saham memberikan return yang menggiurkan dan bisa membawa kesejahteraan di masa datang.

“ Tipsnya, jangan takut karena saham itu memberikan kesejahteraan kepada semua masyarakat. Kita juga dapat berkahnya,” kata dia.

Beri Komentar