Kondisi Ekonomi Lesu, Bank Syariah Enggan Umbar Mimpi

Reporter : Ramdania
Kamis, 2 Juli 2015 10:00
Kondisi Ekonomi Lesu, Bank Syariah Enggan Umbar Mimpi
Bank syariah revisi target pertumbuhannya mengingat kondisi ekonomi yang tengah melemah.

Dream - Kondisi ekonomi yang semakin melemah, membuat hampir semua perusahaan dari berbagai sektor industri merevisi target tahunannya. Begitu pun dengan sektor perbankan syariah.

Bank Muamalat misalnya, tahun ini bank syariah pertama di Indonesia itu harus menurunkan target pertumbuhannya. Hal ini disampaikan Direktur Utama Bank Muamalat Endy Abdurrahman di Jakarta, Selasa kemarin.

" Tahun 2014 situasi agak menurun, dan tahun 2015 rupanya jauh lebih menurun. Tekanan ekonomi ini tidak hanya dirasakan Bank Muamalat tapi seluruh industri. Kita mencoba menatap lebih positif, meski harus merevisi rencana kerja di mana target pertumbuhan diturunkan dari 15% menjadi 10%," ungkapnya.

Menurut Endy, tidak ada strategi khusus dalam menghadapi kondisi ekonomi ini. Hanya saja, pihaknya tetap berupaya untuk menciptakan pertumbuhan yang berkesinambungan.

" Tidak ada strategi khusus dalam kondisi ini kecuali lebih berhati-hati karena tidak hanya mendapatkan profit tapi bisa tumbuh dan berkembang," jelasnya.

Endy menyebutkan kinerja Bank Muamalat masih on the track dengan revisi target yang telah diturunkan untuk tahun ini. Meski aset menurun dari Rp 60 triliun pada tahun lalu menjadi Rp 55 triliun, tetapi bank ini tetap mencetak laba hampir sama dengan pencapaian tahun lalu.

" NPF (non performing financing) bisa kita kendalikan dengan baik sesuai aturan OJK. Pembiayaan menurun dari Rp 42,5 triliun tahun 2014 menjadi Rp 41 triliun. Kita juga melepaskan dana yang tidak perlu sehingga menurunkan cost of fund," pungkasnya.

Beri Komentar