Pemerintah Putar Otak Habiskan Sisa KUR Rp 26 Triliun

Reporter : Ramdania
Kamis, 8 Oktober 2015 11:15
Pemerintah Putar Otak Habiskan Sisa KUR Rp 26 Triliun
Pemerintah cari cara percepatan penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Dream - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga September 2015 masih sangat minim. Dari anggaran Rp 30 triliun, dana KUR yang sudah disalurkan baru Rp 4,024 triliun atau cuma 13 persen.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mensinyalir, rendahnya penyerapan KUR dipicu perlambatan penyerapan untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Selama ini sejumlah negara tujuan TKI dituding mempersulit pembukaan rekening para penyumbang devisa tersebut.

" Seperti di Hongkong, yang tidak memberikan keleluasaan bagi para TKI untuk membuka rekening perbankan di sana," ungkapnya seperti dikutip dari laman situs Sekretariat Kabinet, Kamis, 8 Oktober 2015.

Menyisakan tiga bulan lagi, Darmin berjanji akan berupaya semaksimal mungkin guna mempercepat penyaluran KUR tersebut. Tanpa terobosan yang dilakukan, pemerintah memperkirakan realisasi penyaluran KUR hingga akhir tahun hanya akan mencapai Rp 19,24 triliun. Artinya akan ada sisa uang Rp 11 triliun yang tak terpakai.

Khusus untuk kesulitan TKI di Hongkong, Darmin memastikan akan gencar mensosialisasikan KUR saat pelatihan TKI sebelum diberangkatkan ke negara tujuan. " “ Mungkin ada sedikit penyederhanaan, itu dia bisa menjadi nasabah BNI cabang Hongkong dan dia bisa komunikasi pakai sms banking,” terang Darmin.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap penerima KUR dapat diperluas. Otoritas perbankan di tanah air itu menginginkan KUR bisa diberikan pada debitur baru seperti bisnis start up, usaha pemula, bisnis di sektor industri kreatif, dan industri berbasis teknologi.

" Tentu saja itu nanti tidak hanya cakupannya yang dibuka tetapi jumlah ataupun bank nanti juga ditambah, dan sedapat mungkin melibatkan Bank Pembangunan Daerah (BPD),” tutur Ketua OJK Muliaman D. Hadad.

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie