IHSG Terjun Bebas, Indeks Syariah Rontok!

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 3 Mei 2018 16:54
IHSG Terjun Bebas, Indeks Syariah Rontok!
Dua indeks syariah `kebakaran`.

Dream - Bursa saham Indonesia kebakaran. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat kembali menyentuh 6000, kini kembali tersungkur bahksan sampai terlempar dari level 5900. Dua indeks acuan saham syariah ikut tak berdaya dan mencetak koreksi terdalam sepanjang 2018. 

Aksi jual besar-besar pelaku pasar terjadi setelah muncul sentimen negatif dari nilai tukar rupiah. Meski The Fed batal menaikkan tingkat suku bunga acuan, kurs rupiah terhadap dollar As malah makin rontok. 

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 3 Mei 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) rontok sampai 2,50 persen atau terkoreksi 4,522 poin ke level 176,563. 

ISSI sebelumnya tercatat mengalami pelemahan terdalam sebesar 2,31 persen pada Kamis, 26 April 2018 lalu. 

Indeks acuan saham syariah ini bergerak lemah sejak awal perdagangan. ISSI membuka perdagangan dengan melemah ke level 180,366 dan sempat menyentuh titik nadir di 175,563.

Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), mengalami koreksi lebih parah. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini melorot hampir 3 persen atau melemah 20,565 poin (2,96%) ke level 675,122.

Transaksi jual beli saham syariah relatif masih tinggi dari biasanya. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, sebanyak 41,69 miliar saham syariah ditransaksikan pelaku pasar dengan dana bergulir sampai Rp4,25 triliun.

Pemodal asing juga masih dalam posisi jual dengan porsi cukup tinggi. Nett sell asing tercatat mencapai Rp437 miliar. 

Kinerja indeks sektoral seluruhnya jeblok. Saham infrastruktur dan pertambangan menjadi korban aksi beli investor setelah terjun bebas 3,2 persen dan 3,04 persen.

Hanya satu emiten keping biru syariah yang memikat hati investor, yaitu UNTR. Harga sahamnya hanya naik Rp250.

Investor lebih banyak menjual saham bluechip syariah hari ini. Saham-saham yang paling banyak dijual adalah UNVR, LPPF, ICBP, SMGR, dan AKRA. Harga kelima saham ini anjlok masing-masing Rp750, Rp625, Rp500, Rp275, dan Rp210.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis. Kurs rupiah terhadap dolar AS naik 10 poin (0,07%) ke level Rp13.938 per dolar. Meskipun demikian, dolar semakin mendekati Rp14 ribu.

(Sah)

 

Beri Komentar