Indeks Syariah Cetak Koreksi Terdalam April 2018

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 25 April 2018 16:50
Indeks Syariah Cetak Koreksi Terdalam April 2018
Saham Unilever dan United Tractor jeblok.

Dream - Indeks bursa saham syariah Indonesia mengalami koreksi terdalam sepanjang bulan ini. Dengan mayoritas saham bluechips syariah yang berguguran, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) terkoreksi di atas 1 persen. 

Kecemasan pelaku pasar regional dan dunia masih cukup tinggi menghadapi tingkat imbal hasil surat utang Amerika Serikat (AS) yang meningkat. Sentimen ini juga yang sempat memukul jatuh mata uang dunia. 

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 25 April 2018, ISSI melemah 3,056 poin (1,64%) ke level 182,973. Pelemahan ISSI ini merupakan yang terdalam sepanjang bulan ini. 

Pada tahun ini, ISSI tercatat pernah terjun bebas hingga 2,13 persen pada 7 Maret 2018. Koreksi hari ini merupakan yang terendah ketiga sepanjang 2018.

ISSI memang memulai perdagangan kurang meyakinkan. Indeks acuan saham syariah ini mendekam seharian di zona merah usai dibuka melemah di level 185,974 poin. Posisi terendah ISSI tercatat berada di level 182,597.

Koreksi lebih tajam dialami indeks keping biru syariah, JII. Dengan 28 emiten yang mengalami koreksi harga, indeks JII terjun bebeas 15,461 poin (2,15%) ke level 704,066.

Transaksi perdagangan saham syariah sedikit melemas dengan hanya 48,17 miliar lembar saham syariah beralih tangan. Nilai transaksi juga berkurang menjadi Rp4,04 triliun.

Semua indeks sektoral " terkapar" . Kaburnya dana asing membuat indeks keuangan terjun bebas hingga 4,07 persen. Diikuti barang konsumsi 2,38 persen, pertambangan 2,19 persen.

Dua emiten unggulan syariah yang mencatat kenaikan hari ini adalah TPIA yang menguat Rp50 dan KLBF Rp15 per saham.

Dari 28 emiten unggulan syariah, top losser syariah dihuni saham-saham UNVR yang merosot Rp2 ribu, diikuti UNTR Rp1.000, LPPF Rp525, SMGR Rp225, dan AKRA Rp175.

Dari pasar uang, nilai rupiah terhadap dolar AS justru menguat 47 poin (0,34%) ke level Rp13.871 per dolar AS. Kurs sempat melemah di level Rp13.890 per dolar AS, namun kembali menguat.

(Sah)

 

Beri Komentar