Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kinerja Indeks Syariah Terparah Hari Ini.
Dream - Indeks bursa saham syariah Indonesia mengalami koreksi terdalam sepanjang bulan ini. Dengan mayoritas saham bluechips syariah yang berguguran, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) terkoreksi di atas 1 persen.
Kecemasan pelaku pasar regional dan dunia masih cukup tinggi menghadapi tingkat imbal hasil surat utang Amerika Serikat (AS) yang meningkat. Sentimen ini juga yang sempat memukul jatuh mata uang dunia.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 25 April 2018, ISSI melemah 3,056 poin (1,64%) ke level 182,973. Pelemahan ISSI ini merupakan yang terdalam sepanjang bulan ini.
Pada tahun ini, ISSI tercatat pernah terjun bebas hingga 2,13 persen pada 7 Maret 2018. Koreksi hari ini merupakan yang terendah ketiga sepanjang 2018.
ISSI memang memulai perdagangan kurang meyakinkan. Indeks acuan saham syariah ini mendekam seharian di zona merah usai dibuka melemah di level 185,974 poin. Posisi terendah ISSI tercatat berada di level 182,597.
Koreksi lebih tajam dialami indeks keping biru syariah, JII. Dengan 28 emiten yang mengalami koreksi harga, indeks JII terjun bebeas 15,461 poin (2,15%) ke level 704,066.
Transaksi perdagangan saham syariah sedikit melemas dengan hanya 48,17 miliar lembar saham syariah beralih tangan. Nilai transaksi juga berkurang menjadi Rp4,04 triliun.
Semua indeks sektoral " terkapar" . Kaburnya dana asing membuat indeks keuangan terjun bebas hingga 4,07 persen. Diikuti barang konsumsi 2,38 persen, pertambangan 2,19 persen.
Dua emiten unggulan syariah yang mencatat kenaikan hari ini adalah TPIA yang menguat Rp50 dan KLBF Rp15 per saham.
Dari 28 emiten unggulan syariah, top losser syariah dihuni saham-saham UNVR yang merosot Rp2 ribu, diikuti UNTR Rp1.000, LPPF Rp525, SMGR Rp225, dan AKRA Rp175.
Dari pasar uang, nilai rupiah terhadap dolar AS justru menguat 47 poin (0,34%) ke level Rp13.871 per dolar AS. Kurs sempat melemah di level Rp13.890 per dolar AS, namun kembali menguat.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya