Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Langkah cepat otoritas bursa saham dan Bank Indonesia meredam kepanikan pasar berbuah manis. Indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Jumat, 27 April 2018 kembali ke zona positif.
Dua indeks saham syariah yang kemarin mencatat koreksi terdalam sepanjang 2018 juga sudah mulai kembali menguat.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan harian BEI dengan bergerak menguat 0,456 poin (0,26%) ke level 179,204. ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka menguat di level 180,602.
Laju ISSI sempat terseret ke teritori negatif dan sempat menyentuh level terendah 177,919.
Penguatan juga dialami Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang meningkat 2,831 poin (0,41%) ke levle 686,471. Meski separuh penghuni JII bergerak melemah, sudah ada 13 emiten unggulan syariah yang menjadi sasaran beli investor.
Meski tak seramai perdagangan kemarin, investor masih banyak yang mentransaksikan saham-saham syariah. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan sebanyak 52,52 miliar lembar saham syariah diperdagangan pelaku pasar dengan nilai transaksi sedikit turun menjadi Rp4,41 triliun.
Aksi jual investos asing juga sudah mulai banyak berkurang. Nett sell asing turun hingga menjadi Rp55 miliar.
Saham Unilver Indonesia Tbk (UNVR) yang terkena tekanan berat selama dua hari terakhir akhirnya kembali menguat. UNVR bahkan menjadi pencetak top gainer tertinggi indeks JII setelah menguat Rp1.150. Diikuti SMGR yang naik Rp175, ASII Rp150, ICBP Rp125, PTBA Rp80.
Sebaliknya, indeks JII pencetak top loser adalah UNTR yang harganya terkoreksi sebesar Rp625, TPIA Rp225, ADRO Rp165, AKRA Rp140, dan PGAS Rp140.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, menguat 4 poin (0,03%) ke level Rp13.887 per dolar AS. Kurs rupiah sempat terpuruk ke level Rp13.902 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya