Lagi, Bluechips Syariah Gagal Dongkrak Indeks ISSI

Reporter : Ratih Wulan
Rabu, 22 Februari 2017 16:49
Lagi, Bluechips Syariah Gagal Dongkrak Indeks ISSI
Indeks konsumer naik tertinggi sedangkan pertanian terkoreksi cukup dalam.

Dream – Saham unggulan syariah kembali gagal mengangkat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 22 Februari 2017.

ISSI mendekam di zona merah meski sempat menguat pada sesi pembukaan perdagangan BEI. Sebaliknya, indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) berhasil lepas dari tekanan usai menguat jelang penutupan. 

Indeks ISSI yang dibuka menguat di level 174,609, justru menutup perdagangan dengan melemah 0,093 poin (0,05%) ke level 173,926.

Sebaliknya, indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), bertahan di zona positif dengan menanjak 0,991 poin (0,14%) ke level 697,562. Indeks JII sempat melemah dengan level terendah di 694,529.

Secara keseluruhan, kinerja indeks sektoral positif. Indeks barang konsumsi naik tertinggi, yaitu 0,84 persen, diikuti oleh industri aneka 0,58 persen, dan keuangan 0,4 persen.

Namun kenaikan tersebut tertahan oleh laju koreksi indeks sektor pertanian yang rontok 1,85 persen dan industri dasar 0,27 persen.

Volume perdagangan saham syariah kali ini memang sedikit berkurang dengan 100,23 miliar berpindahtangan. Meski berkurang, nilai transaksi perdagangan justru bertambah menjadi Rp 3,41 triliun. 

Aksi jual pemodal asing juga turun signifikan. Tercatat nett sell asing pada saham-saham syariah mencapai Rp97,94 miliar, berkurang dari sebelumnya Rp283 miliar. 

Tercatat 115 emiten syariah menutup perdagangan di zona negatif sementara 78 penghuni ISSI, 11 diantaranya bluechips syariah, berhasil ditutup menguat. 

Emiten-emiten bluechip syariah pencetak top gainer adalah LPPF yang harga sahamnya naik Rp275, AKRA Rp200, UNVR Rp125, SMGR Rp75, dan ASII Rp50.

Sebaliknya, emiten-emiten bluechip syariah yang menjadi top loser adalah AALI yang harga sahamnya turun Rp400, SILO Rp300, SSMS Rp100, UNTR Rp100, dan WSKT Rp90.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun 49 poin (0,37%) ke level Rp13.377 per dolar AS. Rupiah sempat menyentuh angka Rp13.325 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar