Malaysia Buyarkan Rekor Baru Surat Utang Syariah

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 10 Desember 2014 16:03
Malaysia Buyarkan Rekor Baru Surat Utang Syariah
Nilai penjualan sukuk global tahun ini ditaksir hanya mencapai US$ 2,1 miliar, jauh lebih rendah dari tahun 2013 yang mencapai US$ 43,1 miliar.

Dream - Penjualan obligasi syariah (sukuk) global nampaknya tak mampu melewati rekor tahun-tahun sebelumnya. Kegagalan ini terjadi usai Malaysia menunda penerbitan sukuk yang disebut-sebut menjadi yang terbesar pada 2014 ini.

Nilai penjualan sukuk global tahun ini ditaksir hanya mencapai US$ 2,1 miliar, jauh lebih rendah dari tahun 2013 yang mencapai US$ 43,1 miliar. Bila dibandingkan dua tahun sebelumnya yang mencapai US$ 46,8 miliar, penerbitan sukuk global bahkan jauh melorot,

Mengutip laporan Bloomberg, Rabu, 10 Desember 2014, melalui 1Malaysia Development Bhd., pemerintah Malaysia menunda rencana penerbittn sukuk setara US$ 2,4 miliar hingga paruh pertama tahun 2015.

CIMB Group Holdings Bhd. (CIMB) memperkirakan akan ada tantangan penjualan sukuk ke level lebih tinggi pada tahun berikutnya. Hal ini tak terlepas dari anjloknya harga minyak mentah yang mungkin menghambat penerbitan sukuk.

AmInvestment Bank Bhd menyatakan penerbitan sukuk diperkirakan banyak bergantung kepada pendatang baru, khususnya setelah debut penawaran yang dilakukan oleh Inggris, Luxemburg dan Hong Kong pada tahun ini,

" Penjualan sukuk tahun ini tidak mungkin bisa melampaui level tahun 2012," kata Badlisyah Abdul Ghani, CEO CIMB Islamic Bank Bhd, di Kuala Lumpur.

Badlisyah mengatakan, meski menurun, pihaknya melihat minat yang kuat dari emiten untuk memasuki pasar sukuk tahun depan. “ Sentimen telah berbalik hati-hati karena volatilitas harga minyak," katanya

Menurut Badlisyah, diperlukan waktu enam bulan bagi harga minyak untuk menjadi stabil. Sementara emiten di Timur Tengah kemungkinan harus menjual utang syariah untuk mengumpulkan dana.

Malaysia, yang juga merupakan eksportir bahan bakar minyak, mungkin mengandalkan dukungan sukuk karena pemerintah tengah mengerjakan proyek-proyek program pembangunan senilai US$ 444 miliar, katanya.

1Malaysia Development sengaja menunda penerbitan sukuk untuk memberi waktu kepada komisi energi nasional untuk membangun pabrik batu bara di selatan Kuala Lumpur, kata sumber yang dipercaya.

Jumlah penawaran sukuk di Malaysia pada 2015 mungkin akan melampaui jumlah penawaran pada tahun ini. Hal itu didorong oleh belanja infrastruktur Perdana Menteri Najib Razak, menurut AmInvestment Bank.

Penjualan suku di kawasan Asia Tenggara naik 48 persen pada 2014 menjadi 55,2 miliar ringgit dari tahun sebelumnya. Sementara penjualan sukuk dari wilayah Teluk, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain dan Arab Saudi, turun 28 persen menjadi US$14,8 miliar.

" Ketidakpastian atas tingkat harga minyak dan bunga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi penjualan sukuk tahun depan," Mohd. Effendi Abdullah, kepala pasar Islam di AmInvestment, mengatakan dalam sebuah wawancara. " Sebagian besar penerbitan suku masih akan datang dari Malaysia dan beberapa negara di Timur Tengah." (Ism)

Beri Komentar