Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menilai surplus neraca perdagangan RI pada bulan Maret ini perlu diwaspadai. Pasalnya, surplus tersebut mengindikasi akan terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi tanah air.
"Surplus neraca perdagangan ini bisa jadi indikasi awal perlambatan pertumbuhan ekonomi," ujar Chatib dalam akun twitternya @ChatibBasri, Rabu, 15 April 2015.
Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya surplus neraca perdagangan pada bulan Maret 2015 sebesar US$ 1,13 miliar dengan nilai ekspor pada bulan tersebut tercatat sebesar US$ 13,71 miliar, sementara impornya senilai US$ 12,58 miliar.
Menurut Chatib, surplus yang didapat RI ini berasal dari penurunan impor. Hal inilah yang perlu dilihat secara menyeluruh karena impor Indonesia kebanyakan barang modal dan bahan baku.
"Saya kira ada berita baik untuk Indonesia: neraca perdagangan surplus $ 1.13 miliar. Ini baik sekali. Namun, ada baiknya kita tetap hati-hati. Mengapa? Karena suprlus yang besar ini, lebih didorong oleh penurunan impor yang tajam ketimbang perbaikan ekspor," jelasnya.
Berdasarkan data BPS, lanjutnya, Maret 2015 (yoy), ekspor tumbuh -6.6% (artinya menurun), sedangkan impor dalam periode sama tumbuh -13.39%. Januari-Maret 2015 (yoy) ekspor tumbuh -11.67%, sedangkan dalam periode yang sama impor tumbuh -15.1%. Penurunan impor lebih tajam.
"Mengapa perlu hati-hati? Karena komponen impor terbesar adalah barang modal dan bahan baku. Impor barang modal tumbuh -10.3% dan bahan baku -16.1%," tambahnya.
Jika impor barang modal dan bahan baku turun, lanjut Chatib, maka perusahaan mengurangi pembelian bahan baku dan modalnya. Inilah yang memperlihatkan akan terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi.
"Artinya produksi 6 bulan ke depan turun," tandasnya.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?



Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire