Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Mau tak mau Indonesia akan menyosong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Tak ingin ketinggalan, sebuah provinsi di Jawa Timur punya cara unik menyambut era persaingan negara serumpun melayu ini.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengaku telah siap menggelar kursus tiga bahasa asing secara gratis. Targetnya adalah 2.604 pemuda yang mampu menguasai salah satu dari tiga bahasa asing yaitu Inggris, Arab, dan Mandarin.
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menyatakan kursus bahasa asing gratis ini adalah salah satu upaya meningkatkan daya saing sumberdaya manusia (SDM) setempat dalam menghadapi implementasi MEA pada akhir 2015.
"Menyiapkan SDM adalah salah satu jawaban untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada," katanya seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa, 15 April 2015.
Menurut Anas, pemilihan tiga bahasa asing itu merepresentasikan arus besar perkembangan dunia saat ini. Selain Inggris, bahasa yang perlu dipahami masyarakat saat adalah Mandarin dan Arab.
Banyuwangi menangkap sinyal wisatawan dari Tiongkok diyakini cukup banyak berkunjung seiring meningkatnya perekonomian Negeri Tirai Bambu itu.
"Adapun bahasa Arab tidak lepas dari tradisi pesantren yang membumi di Banyuwangi dan antisipasi untuk beberapa tahun mendatang saat kami menyiapkan syariah tourism atau pariwisata syariah," ujarnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Banyuwangi Dwi Yanto menambahkan, setiap desa/kelurahan nantinya akan mengirimkan 12 orang peserta. Total penerima kursus gratis ini mencapai 2.604 orang dari 217 desa/kelurahan.
Untuk pengajar, Pemkab Banyuwangi telah menyiapkan sejumlah guru bahasa dan relawan. Program ini telah dimulai pada Maret 2015.
Dalam proses pembelajaran, terdapat setidaknya 67 tatap muka dengan waktu belajar selama 3 jam per pertemuan. Total ada 201 jam yang akan ditempuh dalam waktu 3 bulan yang akan diakhiri dengan tes kelulusan untuk mendapatkan sertifikat.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire