Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kakek Qarsing, Pemilik Berlian 222 Gram (kabarmakassar.com)
Dream - Seorang kakek di Desa Bulu Cendrana, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan bernama Qarsing berencana melelang berlian koleksinya. Tidak tanggung-tanggung, berlian tersebut memiliki berat 222 gram.
Qarsing akan menggunakan uang tersebut untuk membangun rumah adat, pesantren, dan sekolah.
" Jika lalu, berlian saya seberat 222 gram ini, rencananya sebagian akan saya sumbangkan untuk membayar utang negara. Sebagian saya akan buat sekolah, pesantren dan rumah adat di Kabupaten Sidrap dan Enrekang, yang dikenal dengan Kota Santri, ujar Qarsing, dikutip dari kabarmakassar.com, Selasa, 5 April 2016.
Qarsing mengatakan jika ada negara asing berminat membeli berlian miliknya, dia berharap agar Pemerintah Indonesia bisa menjadi perantara. Setelah terjadi kesepakatan, berlian tersebut dapat diambil langsung di rumahnya.

Saat ini Qarsing bersama warga memang tengah membangun rumah adat berbahan kayu. Meski belum selesai, pembangunan tersebut telah menelan dana miliaran rupiah.
" Rumah adat ini nantinya dipakai apabila ada acara adat di desa," kata pengelola rumah adat, Andi Ucha.
Terkait keaslian batu tersebut, tokoh masyarakat setempat, Harling berani memberikan jaminan. Dia begitu yakin berlian itu asli, setelah banyak pengunjung yang datang dan menguji sendiri batu tersebut dengan alat uji batu mulia.
" Sudah banyak calon pembeli yang datang melihat dengan membawa ahli berlian mengakui keaslian berlian milik Qasing, namun mereka tak mampu membelinya," kata Harling.
Sumber: kabarmakassar.com
© Dream
Dream - Lebih dari 50 pejalan kaki berebut mengumpulkan butiran mengkilap di jalanan Hong Kong. Mereka mengira ratusan berlian telah jatuh dari langit.
Kejadian bermula sekitar pukul 8.40 waktu setempat ketika objek sangat kecil jatuh bercucuran di Nathan Road di daerah Tsim Sha Tsui.
Menganggapnya sebagai sebuah petanda, tiba-tiba seorang wanita menerikan berlian dalam bahasan Mandarin.
Tak pelak teriakan itu membuat banyak orang buru-buru bergegas. Tak cuma warga lokal, para turis juga ikut berburu barang yang dikira berlian.
Menurut Apple Daily, sebanyak 50 orang bergabung dalam keriuhan berburu berlian dari langit tersebut.
Namun seorang jurnalis curiga dengan butiran berkilau tersebut. Dia yakin, barang yang dikira berlian itu bukan perhiasan yang mereka harapkan.
Sampai akhirnya polisi tiba di lokasi kejadian. Hasil investigasi membuat para pemburu berlian dari langit ini harus gigit jari. Polisi memastikan jika butiran kecil yang dikira berlian itu hanya potongan-potongan plastik.
Sayang tak dijelaskan mengapa butiran plastik tersebut bisa jatuh dari atas langit.
Banyak kalangan menduga, potongan plastik itu tersebar dari sebuah pabrik di sekitar lokasi. (Ism)
© Dream
Dream - Seorang pria di Chongqing, Tiongkok, menorehkan sebuah kisah romantis. Diketahui bernama Xiong, pria ini rela tinggal di bawah jembatan agar bisa menabung demi membeli kalung emas dan cincin berlian untuk istrinya.
Awalnya, Xiong sempat tinggal di perumahan yang dibiayai pemerintah setempat. Tetapi, dia memutuskan untuk pindah agar menghemat uang karena tidak mengeluarkan biaya tinggal.
" Tinggal di sini, saya bisa menabung sekitar lima yuan (setara Rp 11.000) setiap hari dan saya ingin membeli kalung emas juga cincin berlian di toko perhiasan di pusat perbelanjaan, seperti kebanyakan orang kota," ujar Xiang, dikutip Dream dari shanghaiist.com, Senin, 31 Agustus 2015.
Setiap hari, Xiong menjalani profesi sebagai pengepul barang bekas. Dia menyortir semua barang bekas yang telah dikumpulkan, menyimpan di dekat tendanya, kemudian menjualnya.
Sementara istrinya tinggal di desa dan beternak kecil-kecilan. Alhasil, Xiong terpisah cukup jauh dengan istri tercintanya.
" Istri saya usianya lebih dari 60 tahun. Saya mengumpulkan barang bekas untuk uang tambahan sementara istri saya beternak di kota kelahiran kami. Saya ingin membahagiakan dia dengan mengirim hadiah untuk menunjukkan kepada dia saya telah menikah dengan orang yang tidak salah," ungkap Xiong.
© Dream
Dream - Perusahaan pelayanan pemakaman di Australia Selatan menawarkan cara baru dalam mengenang anggota keluarga yang telah meninggal.
Perusahaan bernama In Memorium Productions yang dipimpin Bill Yeo mengklaim, bisa membuat berlian dari rambut atau abu kremasi orang yang meninggal untuk dijadikan sebagai perhiasan.
Dikutip Dream dari abc.net.au, Kamis 16 April 2015, sampel rambut atau abu anggota keluarga yang meninggal akan dikirim ke laboratorium di Finlandia untuk diproses menjadi berlian.
Karbon yang diekstrak dari sampel tersebut dicampur dengan karbon generik untuk mendapatkan ukuran berlian yang diminta.
Proses pembuatan berlian unik ini memakan waktu 90 sampai 120 hari. Yeo mengatakan perusahaannya baru saja menyelesaikan pesanan pertama sejak layanan ini ditawarkan, berupa dua berlian dari abu seorang wanita Australia Barat untuk suami dan anaknya.
Untuk membuat sebuah berlian dibutuhkan antara 100 hingga 200 gram abu jenazah. Sementara sisanya bisa digunakan keluarga untuk melakukan prosesi tabur abu atau ditaruh di dalam guci.
Saat ini, masyarakat sudah mulai banyak yang memesan berlian kenangan ini dan memasukkannya dalam rencana pemakaman mereka, kata Yeo.
Untuk biaya pembuatan berlian kenangan ini tergantung pada ukuran yang diminta. Normalnya, biaya pembuatan berlian kenangan ini antara AU$ 1.000 (Rp 9,8 juta) sampai lebih dari AU$ 22.000 (Rp 216 juta) untuk berlian dua karat.
" Layanan ini memang bukan untuk semua orang, tapi untuk mereka yang suka dengan ide dan konsep unik untuk mengenang orang yang meninggal. Berlian ini sangat berharga bagi mereka," kata Yeo.
Yeo mengatakan, sejak menawarkan layanan ini kepada direktur pemakaman pada awal tahun lalu, sekira 80 persen dari permintaan berasal dari keluarga yang ingin membuat batu berlian dari orang yang mereka cintai.
Layanan ini ternyata juga menarik minat dari mereka yang ditinggal hewan peliharaan kesayangan. Sekitar 20 persen dari permintaan berasal dari para pemilik hewan peliharaan yang ingin membuat kenang-kenangan.
" Saya sudah menerima pesanan dari seorang wanita yang ingin memiliki kenangan darin anjing kesayangannya."
Yeo sebenarnya tidak terpikir untuk membuat berlian dari abu hewan peliharaan. Tapi hal itu dirasa Yeo masuk akal karena beberapa orang tertentu ingin memiliki kenangan dari mereka yang sudah meninggal, dan berlian kenangan ini adalah salah satu caranya. (Ism)
© Dream
Dream - Memakai lensa kontak dengan warna biru atau coklat? Itu sudah kuno. Sekarang, ada lensa kontak yang diisi bahan emas. Bahkan, ada pula yang diisi berlian. Sehingga, mata pemakai lensa kontak ini akan terlihat berkilau.
Adalah Chandrashekhar Chawan, dokter dari India, yang membuat lensa kontak ini. Dia menyuntikkan partikel emas nano ke dalam lensa. Sehingga memberikan efek berkilau pada mata penggunanya.
Jika Anda ingin menikmati mata “ berbinar sempurna” seperti itu, maka harus merogoh kocek sebesar Rp 193 juta hingga Rp 231 juta. Dengan uang itu, Anda bisa memiliki partikel emas 24 karat buatan Shekhar Eye Research India dalam bentuk pasta untuk dimasukkan ke lensa kontak.
Untuk menghindari kontak antara mata dan emas, perusahaan yang berbasis di Mumbai, India, ini membuat lapisan tambahan. Beberapa pelanggan telah memakai dan memamerkan kedip mata yang berkilauan.
Setiap lensa kontak beratnya 5 gram. Namun tidak diketahui apakah bintik-bintik emas kecil yang dipasang itu mempengaruhi penglihatan atau tidak.
Kontak lesa berisi emas ini tak cukup mewah jika dibandingkan temuan lain. Yaitu lensa kontak yang diisi dengan berlian, yang juga dibuat oleh Chandrashekhar Chawan.
“ Saya mendapat tanggapan berbeda [tentang lensa kontak berlian], beberapa mengatakan terlihat menakutkan, tapi sebagian besar orang menyukainya,” tutur Chawan.
Dia berniat segera menjual lensa ini ke luar negeri. Namun beberapa ahli di Amerika Serikat telah menyatakan kekhawatiran atas keamanan lensa ini. Untuk pasar Amerika, produk ini masih harus disetujui oleh Food and Drug Administration AS. (Sumber: Daily Mail)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya