Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Bripda Adri, Sniper Berhijab Di Brimob Polda DIY (Facebook/Divisi Humas Polri)
Dream - Brimob mungkin identik dengan kompi tempur polisi dengan anggota kebanyakan merupakan pria. Meski begitu, terselip sejumlah anggota wanita di dalamnya.
Beberapa waktu lalu, masyarakat begitu kagum dengan Bripda Nina, anggota Sat Brimob Polda Aceh. Meski terbiasa memegang senjata dan mendapat posisi sebagai sniper atau penembak jitu, Bripda Nina tidak pernah sekalipun menanggalkan hijabnya.
Sosok seperti Bripda Nina kini mulai muncul. Kali ini, sosok tersebut bertugas di Satuan Brimob Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.
Parasnya cantik, laiknya remaja kebanyakan. Tetapi, bukan gadget mahal yang akrab di tangannya, melainkan senapan laras panjang.
Ya, dia adalah Bripda Adri Chroin Ade Oktami. Dara kelahiran 24 Oktober 1992 ini mulai bergabung dengan Sat Brimob Polda DIY sejak September 2011 dengan spesialisasi tidak main-main, penembak jitu atau lazim dikenal sniper.

Bukan hal mudah bisa diterima di satuan elit kepolisian tersebut. Sebelumnya, Adri harus menjalani pendidikan di Sekolah Polisi Wanita Ciputat terlebih dulu selama tujuh bulan.
Dia lalu diwajibkan menempuh pendidikan di Pusat Pendidikan Brigade Mobil (Pusdik) Brimob Watukosek selama tiga bulan.
Saat berada di Watukosek, Adri memanfaatkan waktu untuk berlatih mengoperasikan pelbagai jenis senjata laras panjang. Seiring berjalannya waktu, ternyata dia lebih nyaman dengan senapan khusus sniper dan terus mengasah kemahirannya menyasarkan peluru dari jarak jauh.
Buah ketekunan itu dia tunjukkan pada Perayaan HUT Polwan ke-67 di Gedung Trimurti Prambanan, Sleman. Dia menembak sasaran berupa balon dengan jarak 10 meter. Balon itu meletus dan pecah. Seketika, selembar banner bertuliskan 'Dirgahayu Polwan' menjulur ke bawah.
" Saya pernah menggunakan pelbagai jenis senjara, dari revolver, SS1, AK 47, US Carbine, dan favorit saya adalah senapan Steyr buatan Austria dengan peluru kaliber 5,56 mm," ujar Adri, dikutip dari fanpage Divisi Humas Polri, Jumat, 1 April 2016.
Styer merupakan senapan yang digunakan tim Perlawanan Teror (Wanteror) Brimob. Adri begitu mahir melontarkan peluru tepat mengenai sasaran dengan jarak 400 hingga 500 meter. Senapan ini tidak bisa lepas dan sudah menjadi bagian dari sosok Adri.
Alasan Adri memfavoritkan Styer karena beban yang ringan dilengkapi laras yang tidak terlalu panjang, sehingga memudahkan dalam pergerakan. Di samping itu, pegangan yang kuat dan mampu meredam hentakan saat peluru terlontar menjadi sebab lain bagi Adri untuk memilih senapan tersebut. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam