Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Bripda Galih Jago Tae Kwon Do (instagram/divisihumaspolri)
Dream - Galih Windiani masih berusia 19 tahun. Meski begitu, dia ternyata punya segudang prestasi.
Galih merupakan salah satu atlet beladiri tae kwon do kebanggaan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Prestasinya dalam seni beladiri asal Korea itu mengantarkannya untuk mengabdi kepada Negara sebagai Polwan di Polsek Purwokerto Selatan.
Dara kelahiran 2 Oktober 1996 itu mulai tertarik mempelajari tae kwon do saat duduk di kelas 5 Sekolah Dasar (SD). Berlatih tae kwon do kemudian menjadi hobinya hingga saat ini.
" Sejak kelas 5 SD tertarik tae kwon do. Awalnya melihat anak-anak berlatih di GOR Satria. Ya sudah, saya langsung daftar dan langsung latihan," ujar gadis yang kini berpangkat Bripda tersebut, dikutip dari akun instragram divisihumaspolri, Jumat, 1 April 2016.
Baru setahun menjadi siswa tae kwon do, Galih langsung dipercaya mewakili Kabupaten Banyumas untuk berlaga di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda). Kala itu, Galih mencatatkan prestasi yang cukup membanggakan.
" Saat itu belum mendapat juara satu, hanya juara tiga," kata dia.
Capaian itu membuat Galih semakin bersemangat dalam melatih diri. Dia pun sering melibatkan diri dalam sejumlah kejuaraan untuk meningkatkan prestasi.
Luka ringan hingga cidera fatal merupakan resiko yang harus dihadapi atlet beladiri. Galih juga mengaku pernah mengalami semuanya, namun justru membuat semangatnya semakin bertambah.
" Bengkak dan memar sudah biasa. Bahkan pernah tangan digips selama tiga bulan karena dislokasi lengan," kata bungsu dari pasangan Siswanto dan Astuti tersebut.
Jika dihitung, Galih telah mengikuti sebanyak 20 kejuaraan tae kwon do. Dari jumlah tersebut, dia mampu meraih 15 medali emas dan sisanya adalah perak serta perunggu.
Pengalaman paling mengesankan bagi Galih adalah saat mengikuti kejuaraan internasional di Yogyakarta. Kala itu, dia harus tumbang di babak perempat final.
" Saat itu di Atmajaya Yogyakarta, event International Frienship. Bisa hingga babak perempat final dan melawan dari Malaysia. Tapi hanya dapat juara harapan satu," ucap Galih.
Pelbagai catatan prestasi itulah yang kemudian menjadi bekal Galih mengabdi kepada negara. Dia diterima menjadi anggota polisi karena memiliki keunggulan di bidang olahraga.
" Saat mendaftar menjadi polisi, saya melampirkan semua sertifikat kejuaraan. Kata panitia pendaftaran, itu bisa jadi nilai plus," tutur Galih.
Berkarir sebagai Polwan tidak menghalangi Galih untuk terus mencatatkan prestasi. Dia berhasil menjadi juara dalam ajang olahraga Polwildulongmas 2015 lalu. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam