Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (dephub.go.id)
Dream - Pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur secara khusus pembangunan kereta ekspres jurusan Bandara Halim Perdanakusumah - Soekarno Hatta yang ditaksir membutuhkan investasi sekitar Rp 24 triliun. Draft beleid baru tersebut ditargetkan rampung pada Juli 2015.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Hanggoro Budi Wiryawan menjelaskan, pembahasan mengenai Perpres tersebut tengah dilakukan tiga kementerian, yakni Kemenhub, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
“Yang peraturan lama itu adalah Perpres 67/2005 dan sudah direvisi menjadi Perpres 38/2015. Nah, ini tentu Perpres yang sifatnya general. Pak Menteri (Perhubungan) menginginkan untuk (pembangunan) KA bandara ini, ada spesial treatment. Maka dari itu, perlu adanya perpres baru. Bisa diundangkan 1-2 minggu setelah draft perpres tuntas,” kata Hanggoro seperti dikutip dari laman dephub.go.id, Rabu, 15 April 2015.
Perpres 38/2015 sendiri mengatur tentang kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) dalam penyediaan infrastruktur yang diundangkan pada 20 Maret 2015. Maka dari itu, menurut Hanggoro, dalam Perpres tentang kereta ekspres Halim-Soekarno Hatta itu, nantinya, tetap mengimplementasikan skema kerja sama pemerintah dan swasta (KPS).
“Bila sudah diundangkan Perpres-nya, baru nanti dijelaskan proses lelangnya,” imbuhnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk memutuskan perbandingan antara porsi swasta dan pemerintah, baru dapat diketahui setelah proses lelang berlangsung. Pemerintah berharap dapat bekerja sama dengan pihak investor yang memberikan penawaran paling menarik.
“Artinya, kalau porsi pemerintah yang paling kecil, itu yang akan dipilih pemerintah. Intinya, harga terbaik dan porsi pemerintah kecil, itu yang akan diakomodasi,” tandasnya.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire