Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://antarafoto.com)
Dream - Indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) cenderung ditutup flat usai naik tipis di sesi pembukaan. Sentimen surplus perdagangan gagal memancing pemodal melantai di bursa saham.
Lantai bursa justru kembali dilanda aksi jual pemodal asing. Nett sell asing sore ini mencapai Rp 593,47 miliar.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Rabu, 15 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hanya naik tipis 0,123 poin (0,07%) ke level 171,094.
Kenaikan tipis ini cukup membuat lega investor mengingat emiten syariah justru dilanda aksi jual. Tercatat 104 emiten menutup perdagangan di zona merah dan 82 lainnya bergerak lemah.
Laju ISSI sepanjang hari ini memang bergerak liar. Menguat di awal sesi, ISSI langsung dilanda aksi jual. Bahkan jelang penutupan, ISSI terpangkas cukup dalam.
ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 171,389 dengan posisi terendahnya di level 170,240.
Pasar saham Indonesia pertengahan pekan ini berhasil mentransaksikan dana Rp 3,37 triliun dengan 30,34 miliar saham yang beralihtangan.
Nasih kurang mujur justru melanda indeks saham bluechip syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) terpeleset 0,020 poin (0%) ke level 711,088.
Papan perdagangan JII sebetulnya didominasi penguatan harga saham bluechip syariah. Tercatat 18 emiten ditutup menguat dan 11 lainnya melemah.
Melemahnya bluechips syariah favorit investor justru lebih mempengaruhi laju JII.
Sama dengan ISSI, laju JII juga bergerak variatif. Dibuka menguat, JII sempat menyentuh level tertinggi di 712,891. Namun, JII juga sempat terperosok ke level terendah 707,218.
Emiten bluechips syariah penghuni top gainer didominasi emiten tambang dan industri semen. Emiten ITMG menjadi pemuncak top gainer dengan menguat Rp 450 per saham. Disusul SMGR Rp 275, serta INTP, PTBA, dan UNTR yang kompak menguat Rp 250 per saham.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kali ini juga tak bisa keluar dari tekanan aksi jual. IHSG ditutup melemah 4,560 poin (0,08%) ke level 5.414,547.
IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.430,070 dan terendah di 5.394,306.
Lantai bursa sore ini dibanjir aksi jual beli senilai Rp 5,49 triliun dengan 74 miliar saham yang beralihtangan.
Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia juga bergerak variatif. Indeks Nikkei dan Shanghai Composite melemah 0,20 persen dan 1,24 persen. Sementara Hang Seng dan Strait Times menguat 0,21 persen dan 0,54 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya