Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Surplus Perdagangan Gagal Angkat Indeks Syariah

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 15 April 2015 16:24
Surplus Perdagangan Gagal Angkat Indeks Syariah
IHSG ikut terseret pelemahan akibat pemodal asing yang menarik dananya keluar pasar modal Indonesia.

Dream - Indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) cenderung ditutup flat usai naik tipis di sesi pembukaan. Sentimen surplus perdagangan gagal memancing pemodal melantai di bursa saham.

Lantai bursa justru kembali dilanda aksi jual pemodal asing. Nett sell asing sore ini mencapai Rp 593,47 miliar.

Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Rabu, 15 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hanya naik tipis 0,123 poin (0,07%) ke level 171,094.

Kenaikan tipis ini cukup membuat lega investor mengingat emiten syariah justru dilanda aksi jual. Tercatat 104 emiten menutup perdagangan di zona merah dan 82 lainnya bergerak lemah.

Laju ISSI sepanjang hari ini memang bergerak liar. Menguat di awal sesi, ISSI langsung dilanda aksi jual. Bahkan jelang penutupan, ISSI terpangkas cukup dalam.

ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 171,389 dengan posisi terendahnya di level 170,240.

Pasar saham Indonesia pertengahan pekan ini berhasil mentransaksikan dana Rp 3,37 triliun dengan 30,34 miliar saham yang beralihtangan.

Nasih kurang mujur justru melanda indeks saham bluechip syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) terpeleset 0,020 poin (0%) ke level 711,088.

Papan perdagangan JII sebetulnya didominasi penguatan harga saham bluechip syariah. Tercatat 18 emiten ditutup menguat dan 11 lainnya melemah.

Melemahnya bluechips syariah favorit investor justru lebih mempengaruhi laju JII.

Sama dengan ISSI, laju JII juga bergerak variatif. Dibuka menguat, JII sempat menyentuh level tertinggi di 712,891. Namun, JII juga sempat terperosok ke level terendah 707,218.

Emiten bluechips syariah penghuni top gainer didominasi emiten tambang dan industri semen. Emiten ITMG menjadi pemuncak top gainer dengan menguat Rp 450 per saham. Disusul SMGR Rp 275, serta INTP, PTBA, dan UNTR yang kompak menguat Rp 250 per saham.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kali ini juga tak bisa keluar dari tekanan aksi jual. IHSG ditutup melemah 4,560 poin (0,08%) ke level 5.414,547.

IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.430,070 dan terendah di 5.394,306.

Lantai bursa sore ini dibanjir aksi jual beli senilai Rp 5,49 triliun dengan 74 miliar saham yang beralihtangan.

Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia juga bergerak variatif. Indeks Nikkei dan Shanghai Composite melemah 0,20 persen dan 1,24 persen. Sementara Hang Seng dan Strait Times menguat 0,21 persen dan 0,54 persen.

Beri Komentar