Mati Listrik, Biaya Pelanggan PLN Bulan Depan Didiskon 35%

Reporter : Syahid Latif
Senin, 5 Agustus 2019 15:12
Mati Listrik, Biaya Pelanggan PLN Bulan Depan Didiskon 35%
PLN masih menghitung total besaran kompensasi yang akan diberikan ke pelanggan.

Dream - Pelangggan yang terkena pemadaman listrik bergilir oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan mendapatkan diskon biaya listrik. Besaran diskon antara 20-35 persen.

Kompensasi itu diberikan merujuk pada deklarasi Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) dengan indikator lama gangguan yang pernah dibuat PLN.

Menurut Plt Direktur Utama (Dirut) PLN Sripeni Inten Cahyani, perusahaan sedang menghitung besaran kompensasi yang akan diberikan kepada konsumen.

" Kami mohon maaf untuk pemadaman yang terjadi, selain proses penormalan sistem, kami juga sedang menghitung kompensasi bagi para konsumen," ujar Sripeni di Jakarta, dikutip Dream dari laman Liputan6.com, Senin, 5 Agustus 2019.

Kompensasi sebesar 35 persen dari biaya beban atau rekening minimum diberikan untuk konsumen golongan tarif adjustment. Sementara diskon 20 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen pada golongan tarif yang tidak dikenakan penyesesuaian tarif tenaga listrik (non adjustment).

Penerapan pemotongan biaya ini diberlakukan untuk rekening bulan berikutnya.

Khusus untuk prabayar, pengurangan tagihan disetarakan dengan pengurangan tagihan untuk tarif listrik reguler. Pemberian kompensasi akibat pemadaman listrik akan diberikan pada saat pelanggan memberi token berikutnya (prabayar).

 

1 dari 5 halaman

Kompensasi Buat Pelanggan Premium

Khusus untuk pelanggan premium, PLN akan memberikan kompensasi sesuai Service level Agreement (SLA) yang telah ditandatangani bersama.

" Besaran kompensasi yang diterima dapat dilihat pada tagihan rekening atau bukti pembelian token untuk konsumen prabayar," kata dia.

Sripeni mengatakan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), PLN akan terus berupaya maksimal menormalkan aliran listrik kepada para pelanggan.

" Kami bekerja semaksimal mungkin penormalan seluruh pembangkit dan transmisi yang mengalami gangguan, saat ini sejumlah pembangkit listrik sudah mulai masuk sistem mencapai 9.194 MW," ungkap Sripeni.

Untuk perkembangan terkini (12.00) pembangkit yang sudah menyala saat ini yakni PLTU Suralaya 3 dan 8, Pembangkit Priok Blok 1-4, PEmbangkit Cilegon, Pembangkit Muara Karang, PLTP Salak, PLTA Saguling, PLTA Cirata, Pembangkit Muara Tawar, Pembangkit Indramayu, Pembangkit Cikarang, PLTA Jatiluhur, PLTP Jabar, serta total 23 Gardu Induk Tegangan Extra Tinggi (GITET) telah beroperasi.

2 dari 5 halaman

Manajemen PLN Ditegur Jokowi

Dream - Jokowi menegur jajaran direksi PT PLN Persero sebagai buntut padamnya listrik di Jabodetabek serta sebagian Jawa Barat dan banten. Dia heran karena rencana back up PLN tidak berjalan baik saat pemadaman listrik.

" Dalam sebuah manajemen besar seperti PLN mestinya, menurut saya, ada tata kelola risiko yang dihadapi dengan manajemen besar tentu saja ada contigency plan, ada back up plan. Pertanyaan saya kenapa itu tidak bekerja dengan cepat dan dengan baik," kata Jokowi, Senin 5 Agustus 2019.

Jokowi mengatakan, peristiwa yang terjadi pada 2002 harusnya bisa jadi pelajaran. Jokowi meminta penjelasan Plt Dirut PLN, Sripeni Inten Cahyani, mengenai pemadaman listrik total di Jabodetabek dan sekitarnya.

" Saya tahu ini tidak hanya bisa merusak reputasi PLN namun banyak hal di luar PLN terutama konsumen sangat dirugikan," ucap dia.

Sripeni Inten Cahyani mengatakan, penanganan listrik mati berjalan lamban. Dia menyampaikan permohonan maaf terkait peristiwa pemadaman pada Minggu, 4 Agustus 2019.

" Kami mohon maaf Pak prosesnya lambat, kami akui prosesnya lambat," kata Sripeni di hadapan Jokowi.

Sumber: 

3 dari 5 halaman

Datangi PLN Pagi-Pagi

Dream - Presiden Jokowi mendatangi Kantor Pusat PLN (Persero) Kebayoran Baru Jakarta Selatan, pada Senin 5 Agustus 2019. Kedatangan Jokowi ke Kantor PLN terkait masalah pemadaman listrik di hampir seluruh Pulau Jawa.

Berdasarkan pantauan, Jokowi yang mengenakan kemeja putih tiba di lokasi pukul 08.45 WIB. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Sementara dari pihak PLN tampak Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani dan para jajaran direksi lainnya.

Saat ini Jokowi tengah mendengar penjelasan dari Plt Dirut PLN terkait penyebab permasalahan padamnya listrik di Jabodetabek dan sekitarnya.

 

4 dari 5 halaman

Jokowi Desak Direksi PLN Blak-blakan

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiminta penjelasan padamnya jaringan listrik Pulau Jawa ke Direksi PT PLN Persero. Jokowi mengatakan pemadaman listrik sangat merugikan masyarakat.

" Saya tahu ini tidak hany abisa merusak reputasi PLN, namun banyak hal di luar PLN terutama konsumen sangat dirugikan," kata Jokowi, Senin, 5 Agustus 2019.

Jokowi menyebut, matinya aliran listrik di Jabodetabek dan sekitarnya membuat transportasi umum terganggu.

" Pelayanan transportasi umum sangat berbahaya sekali, MRT misalnya. Oleh sebab itu pagi hari ini saya ingin mendengar langsung, tolong disampaikan yang simpel-simpel saja," kata dia.

" Kemudian kalau ada hal yang kurang ya blak-blakan saja. Sehingga bisa diselesaikan dan tidak terjadi lagi untuk masa yang akan datang," ucap Jokowi menambahkan.

5 dari 5 halaman

Penyebab

Pada Minggu, 4 Agustus 2019, aliran listrik di Jabobedatabek, Jawa Barat, dan Jawa Tengah padam. Kondisi ini terjadi karena sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV mengalami gangguan transmisi energi dari timur ke barat.

" Kami mohon maaf sebesar-besarnya untuk pemadaman yang terjadi, saat ini upaya penormalan terus kami lakukan, bahkan beberapa Gardu Induk sudah mulai berhasil dilakukan penyalaan," kata Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka.

Selain itu terjadinya gangguan pada Transmisi SUTET 500 kV mengakibatkan padamnya sejumlah Area Jawa Barat.

" Sekali lagi kami mohon maaf dan pengertian seluruh pelanggan yang terdampak akibat gangguan ini, kami berjanji akan melakukan dan mengerahkan upaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki sistem agar listrik kembali normal," kata Made.

Sumber: Liputan6.com/Lisza Egeham

Beri Komentar