Mau Investasi di Securities Crowdfunding? Pahami Dulu 5 Hal Ini

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 13 September 2021 07:35
Mau Investasi di Securities Crowdfunding? Pahami Dulu 5 Hal Ini
Securities crowdfunding menjadi salah satu yang alternatif investasi saat ini.

Dream – Layanan securities crowdfunding (SCF) menjadi salah satu alternatif investasi terbaru di era digital. Tidak hanya mendapat cuan, investasi dengan cara ini juga bisa membantu UMKM di Indonesia.

Namun, sebelum memutuskan berinvestasi di SCF, ada hal-hal yang perlu kamu pertimbangkan. Berikut ini adalah cara-cara berinvestasi di SCF, sebagaimana dikutip dari laman Instagram @ojkindonesia, Senin 13 September 2021.

Pertama, memastikan penyelenggara SCF itu sudah mendapatkan izin dari OJK. Ke dua, membaca secara cermat syarat dan ketentuan yang ditawarkan.

1 dari 5 halaman

Patuhi Batas Investasi

Ke tiga, mematuhi batas investasi yang telah ditentukan. Ingat, kalau kamu berpenghasilan lebih dari Rp500 juta per tahun, batas maksimal investasinya sebesar 10 persen dari penghasilan.

Kalau penghasilan di bawah Rp500 juta per tahun, maksimal investasinya sebesar 5 persen dari penghasilan.

Ke empat, gunakan dana lebih. Hindari menggunakan dana kebutuhan pokok atau meminjam. Kelima, jangan lupa pahami risikonya.

2 dari 5 halaman

4 Cara Investasi yang Harus Mulai Dilakukan Pasangan Milenial, Jangan Terlambat!

Dream – Meski sudah melek internet dan didukung teknologi lebih baik, sejumlah riset menemukan penerapan strategi keuangan di kalangan milenial masih cukup rendah. Kondisi ini dikhawatirkan akan mengganggu kelangsungan finansial keluarga pada masa depan.

Mengutip laporan Indonesia Millenial Report pada 2019, milenial hanya menabung 10,7 persen dari pendapatannya. Separuh penghasilan mereka, atau 51,1 persen, terkuras untuk memenuhi kebutuhan bulanan.

Riset tersebut juga memaparkan generasi milenial memiliki kecenderungan pola keuangan yang kurang seimbang dan minat investasi yang rendah. Berdasarkan survei tersebut, milenial hanya mengalokasikan 2 persen dari pendapatannya untuk investasi.

Bagi generasi milenial, kondisi keuangannya pun berbeda saat mereka masih berstatus lajang. Apalagi, pasangan menikah yang sudah punya anak.

“ Saat menjalani kehidupan rumah tangga, selain memenuhi kebutuhan, kita juga harus memikirkan hal penting seperti investasi untuk menjamin masa depan pasangan dan anak,” kata CEO dan Cofounder Tamasia, Muhammad Assad, dalam keterangan tertulisnya.

 

© MEN

Milenial, lanjut Assad, harus mempersiapkan biaya-biaya tak terduga lainnya seperti sakit atau kecelakaan. Untuk itu, investasi bersama pasangan bisa menjadi salah satu strategi untuk menambah pundi keuangan sekaligus menjadi tabungan jangka panjang keluarga.

Pada dasarnya, membuat perencanaan tidak hanya terbatas pada masalah atau cara mengalokasikan uang, pendapatan, atau pengeluaran semata. Yang tak kalah penting adalah bagaimana bisa menginvestasikan uang tersebut dengan baik.

Dalam hal ini, investasi bukan hanya sekedar aktivitas menabung dan menyimpan uang saja, tetapi juga cara untuk melakukan perhitungan dan pengalokasian dana, sehingga memiliki nilai yang lebih menguntungkan di masa depan.

Berikut ini adalah empat hal yang harus diperhatikan keluarga muda saat memulai investasi bersama.

3 dari 5 halaman

Susun Tujuan Investasi Bersama Pasangan dan Pikirkan Jangka Waktu Investasi

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan tujuan investasi bersama pasangan. Hal ini penting untuk dilakukan agar setiap pasangan memiliki ekspektasi dan motivasi yang selaras.

Hitung pendapatan dan pengeluaran bersama, kemudian tentukan tujuan investasi kamu dan pasangan. Apakah untuk membeli tempat tinggal, rencana pendidikan anak, tabungan di masa tua, atau yang lainnya.

 

© MEN

 

Kedua, pikirkan jangka panjang waktu investasi. Setelah memiliki tujuan investasi bersama, kamu dan pasangan juga perlu memperkirakan jangka waktu untuk mencapai tujuan investasi tersebut. Apakah untuk digunakan dalam jangka waktu panjang atau pendek.

Jika ingin memulai investasi dalam jangka panjang, investasi emas adalah pilihan yang baik karena emas memberikan perlindungan aset atau kekayaanmu ketika nilai mata uang jatuh. Hal itu disebabkan karena prinsip dasar emas memang sebagai alat penyimpanan nilai aset untuk jangka panjang. Ketika mulai menabung emas, simpanlah baik-baik untuk kebutuhanmu di 3-10 tahun mendatang.

4 dari 5 halaman

Tentukan Strategi dan Perhatikan Kemampuan Finansial Keluarga

Ketiga, tentukan strategi dan kontribusi pasangan. Hal ini juga menjadi bagian yang penting ketika memulai investasi bersama pasangan. Jika kamu dan pasangan keduanya memiliki pemasukan tetap setiap bulannya, tentukan berapa besar kontribusi yang diberikan oleh setiap pasangan untuk berinvestasi.

Jika salah satu dari kamu tidak memiliki penghasilan tetap, bicarakanlah berapa alokasi dana bersama yang harus kamu sisihkan untuk investasi.

 

© MEN

 

Keempat, perhatikan kemampuan finansial keluarga. Berinvestasi haruslah dimulai dari dana lebih. Jangan sampai kamu menggunakan seluruh penghasilan dan budget keluarga untuk berinvestasi. Kamu juga harus tetap mempersiapkan dana cadangan darurat yang memadai.

Paling tidak, ada tabungan dana darurat dengan kesiapan 6-12 bulan pengeluaran sebelum berinvestasi untuk menutupi pengeluaran tak terduga.

 

5 dari 5 halaman

Siapkan Produk Investasi Bagi Milenial

Tamasia, lanjut Assad, menyediakan produk investasi emas yang mudah dan terjangkau, mulai dari Rp10 ribu. Untuk proses transaksi yang praktis, nasabah bisa menggunakan metode pembayaran ShopeePay dan memanfaatkan promo cashback hingga 100 persen di ShopeePay Super Online Deals dari tanggal 17-21 Mei 2021.

 

© MEN

 

“ Dengan begitu, cashback yang didapat bisa dimanfaatkan untuk membeli investasi emas tambahan atau dialokasikan untuk kebutuhan rumah tangga lainnya,” kata dia.  

Beri Komentar