11 Solusi Anti-Galau Ketika Memulai Mengelola Keuangan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 29 Oktober 2021 06:12
11 Solusi Anti-Galau Ketika Memulai Mengelola Keuangan
Pandemi Covid-19 memberikan ketidakpastian kepada masyarakat, terutama di sisi finansial.

Dream – Pandemi yang berlangsung hampir dua tahun membawa hikmah tentang pentingnya membuat perencanaan keuangan yang sehat. Tak hanya soal porsi pengeluaran yang memperhatikan pemasukan, cara mengatur dengan jelas alur dan alokasi keuangan yang dimiliki juga penting dikuasai.

Pengelolaan finansial menjadi pedoman bagi setiap individu untuk memperhitungkan biaya pengeluaran. Meski sering membut pusing, banyak orang tanpa menyadari jika kehidupan sehar-hari mereka selalu bersentuhan langsung dengan masalah finansial.

“ Terlepas dari usia, gender, status, harus paham mengelola financial dengan baik,” kata Principal Consultant & CEO ZAP Finance, Prita Ghozie, dalam acara ‘Bincang Shopee 11.11 Big Sale: Solusi Galau Rencana Keuangan’, Kamis 28 Oktober 2021.

Menurut Prita, financial planning merupakan proses yang dimulai dari posisi kita saat ini dan langkah selanjutnya yang hendak menjadi tujuan dalam hidup.

“ Setiap orang memiliki values (nilai) yang beda-beda untuk mencapai tujuan, prosesnya itu financial planning,” tambah Prita.

11 Solusi Anti-Galau Ketika Memulai Mengelola Keuangan© Dream

 

1 dari 5 halaman

Perencanaan Keuangan pun Diperlukan

Sejalan dengan pendapat Prita, Content Creator & Co-Founder Thirty Days of Lunch Podcast, Fellexandro Ruby menjelaskan bahwa mulai dari seseorang lahir hingga meninggal selalu berkaitan erat dengan biaya finansial.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Ruby belajar untuk mengelola keuangan terbaik meski dahulu hanya diajarkan untuk menabung. Diakuinya mengandalkan tabungan yang dimiliki untuk menjaga kualitas hidup agar tetap baik itu tidaklah cukup untuk menjalani kehidupan dan goal saat ini.

Ruby mengakui pernah menjalani kehidupan konsumtif sebelum mulai memperbaiki pengelola keuangannya. Bahkan dia berhasil mengubah kebiasaan konsumtif menjadi aktivitas produktif.

Dia mengaku pernah memaksakan diri membeli iPhone karena kala itu platform Instagram hanya tersedia di ponsel besutan Apple itu. Sebagai salah satu orang yang pertama kali mengenal dunia sosial media, Ruby berhasil mengubah keputusan belanja spontan itu untuk memulai bisnis sosial media.   

" Saya salah satu yang pertama kenal socmed, makanya bikin bisnis socmed,” kata dia.

2 dari 5 halaman

Kebiasaan Buruk

Meski saat ini sering diminta konsultasi terkait perencana keuangan, Prita mengaku pernah menghadapi masa-masa dimana dirinya merasa kaya ketika menerima gaji pertama. “ Aku pun dulu sempat mengalami hal seperti itu,” Prita mengakui.

Namun berkaca dari pengalaman tersebut, Prita mengimbau agar kebiasaan buruk tersebut harus diubah sejak dini karena akan sulit dilakukan ketika usia semakin bertambah.

Prita mengingatkan financial wellbeing dan mental health merupakan dua aspek yang saling terhubung. Setiap orang harus bisa lebih cepat mengenali dan memahami masalah dalam diri maupun titik lemahnya. 

© Dream

“ Alokasikan sekian persen dari penghasilan di special account (rekening bank berbeda), supaya pas dipakai nggak feeling guilty,” kata dia.

 

 

3 dari 5 halaman

Tips Bikin Anggaran

Secara umum Prita menjelaskan ada tips dasar mengalokasi dana dengan membaginya dalam kelompok living, saving, dan playing. Pengeluaran untuk kebutuhan living atau biaya hidup sehari-hari harus dialokasikan minimal 50 persen.

© Dream

Sementara untuk kategori playing, Prita menyarankan untuk mengalokasikan 20 persen dari pendapatan. Porsi ini harus bisa memenuhi keinginan setiap anggota keluarga karena keinginan yang berbeda-beda.

Sisanya yaitu 30 persen dari penghasilan wajib dialokasikan sebagai simpanan. Tidak harus lewat instrumen tabungan, simpanan ini bisa dialokasikan dalam bentuk dana darurat, tabungan kecil, tabungan besar, investasi, dan lainnya.

“ Financial itu nggak pernah kaku, harus fleksibel dengan journey kita,” jelas Prita optimis. 

Ruby juga mengingatkan masyarakat harus mengubah mindset memiliki simpanan dari sisa uang yang terpakai. " Saya belajar menabung di awal, hidup dengan sisanya,” tambah Ruby yang mengaku sudah menyusun budget keluarga selama satu tahun penuh.

“ Makanya belanja pas promo Shopee 11 aja,” tutup dia.

 

4 dari 5 halaman

11 Solusi Anti-Galau Ketika Mengatur Keuangan

Secara spesifik Prita menyarankan 11 langkah berikut ini untuk mencapai pengelolaan keuangan yang baik: 

1. Lakukan Financial Check Up
Dimulai dari mencatat aset yang dimiliki, kewajiban, pemasukan serta pengeluaran. Pencatatan ini bertujuan untuk mengetahui kesehatan kondisi keuangan dan memastikan kalau kamu masih berada dijalur yang tepat dalam mengelola keuangan.

2. Mencatat Pengeluaran
Agar mengetahui alur keuangan, setiap individu harus mengetahui terlebih dahulu pola perilaku atau kebiasaan pengeluaran. Evaluasi pemasukan yang bersumber darimana saja dan catat! Evaluasi pengeluaran mulai dari kebutuhan yang dapat dibeli secara bulanan hingga pengeluaran kecil setiap harinya. Ini juga dapat membantu mengetahui membatasi kebocoran dengan mengurangi pengeluaran yang tidak diperlukan.

3. Mengatur Prioritas Pengeluaran
Biasanya banyak orang akan menjadi boros ketika mereka mendapatkan banyak uang. Penting untuk kita agar dapat menahan diri dalam mengendalikan berbagai keinginan kita. Hal ini dilakukan supaya kita dapat menghilangkan istilah yang selama ini sering disebut sebagai tanggal tua dan tanggal muda.

4. Mengutamakan Manfaat dibanding Harga Murah
Utamakan manfaat dibanding harga murah pada saat membeli barang. Tujuannya agar dapat digunakan dalam jangka panjang, biaya per penggunaan menjadi lebih murah dan bisa dijadikan peluang investasi beberapa tahun kedepan.

5. Cerdas Berbelanja
Kita perlu mengatur strategi dalam berbelanja agar mendapatkan barang yang kita inginkan tetapi dengan biaya yang lebih rendah. Manfaatkan kesempatan untuk berbelanja pada kampanye yang diadakan oleh Shopee seperti 11.11 Big Sale yang memberikan diskon serta cashback yang sangat bermanfaat agar kita dapat lebih berhemat.

© Dream

5 dari 5 halaman

6. Memiliki cicilan yang terkendali

Finansial yang sehat adalah dengan memiliki total cicilan utang bulanan yang terkendali atau dibawah 30% dari penghasilan bulanan. Selain besar cicilannya, pahami juga jenis utang yang diambil. Utang yang baik, contohnya utang KPR, KPR atau untuk modal usaha. Hindari mengambil cicilan utang hanya untuk menutup kebutuhan hidup bulanan ataupun gaya hidup.

7. Membangun Dana Darurat
Tabungan harus dibedakan dari dana darurat. Tabungan lebih kepada pengumpulan uang untuk suatu tujuan, sedangkan dana darurat lebih bersifat pencadangan. Lalu investasi, erat kaitannya dengan profil risiko dan untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang. Sementara itu, proteksi bertujuan untuk melindungi pendapatan pencari nafkah.

8. Memiliki Tujuan Keuangan
Tujuan ini bisa dimulai dari hal kecil namun realistis seperti rencana dana untuk tujuan membeli sebuah produk yang diinginkan atau untuk berlibur. Nantinya tujuan ini dapat berkembang seperti rencana dana pembelian rumah, dana Pendidikan anak, dana pensiun atau hal besar lainnya yang ingin dicapai.

9. Pelajari Investasi Dasar Sebagai Cara untuk Mencapai Tujuan Keuangan
Ketika kita sudah dapat menghitung alokasi pengeluaran dari pendapatan yang didapat, kita dapat mempelajari investasi untuk mengalihkan sebagian uang yang kita miliki. Investasi ini menjadi strategi untuk mencapai tujuan keuangan.

10. Mulai Menabung & Berinvestasi
Saat memperoleh penghasilan baik dari gaji bulanan, maupun hasil usaha, sisihkan untuk ditabung di awal min. 10% dari penghasilan. Sehingga dana yang ditabung bukanlah dana sisa. Dengan demikian kamu mampu menyisihkan penghasilan untuk ditabung guna pembelian yang sudah direncanakan mau pun tujuan keuangan jangka pendek yang ingin dicapai lainnya.

11. Berkonsultasi Kepada Konsultan Keuangan
Pengelolaan keuangan ini pastinya akan berbeda-beda setiap orangnya. Karena itu, sebaiknya ketika keuangan kita sudah lebih kompleks, kita dapat berkonsultasi dengan seseorang yang lebih ahli. Konsultan keuangan dapat memberikan saran-saran yang dapat memperbaiki serta mengoptimalkan pengelolaan keuangan kamu.

(Sah, Laporan: Angela Irena Mihardja)

Beri Komentar