Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Penggerak investasi emas, Endy Kurniawan menilai melemahnya nilai tukar rupiah memberikan dampak positif kepada harga emas. Pasalnya, pada kondisi nilai tukar Rupiah mencapai Rp 12 ribu beberapa hari terakhir, harga emas terus mengalami kenaikan.
Berdasarkan situs resmi Logam Mulia Antam, pada hari ini 25 Juni 2014, harga emas Antam tercatat Rp 550.000 per gram. Naik dibandingkan sehari sebelumnya yaitu Rp 549.000 per gram. Sementara harga buyback emas Logam Mulia Antam juga naik dari Rp 488.000 per gram menjadi Rp 490.000 per gram.
" Rupiah semoga berkisar 12.000 per USD. Investor emas lokal kena imbas double kemarin karena harga emas naik," ujar Endy dalam akun twitternya @endykurniawan.
Endy menyatakan pada awal tahun ini memang harga emas sempat menurun karena menguatnya rupiah terhadap dolar karena perekonomian Amerika Serikat tengah melemah. Namun, hal ini hanya bertahan sementara.
Harga emas kini dipengaruhi faktor perekonomian barat karena permintaan emas saat ini tidak mengalami kenaikan yang signifikan.
" Jadi harga emas volatil karena balance faktor belanja emas fisik di timur stagnan. Tergantung sepenuhnya kondisi barat," tutur penulis buku Think Dinar! itu.
Untuk bulan Ramadan kali ini, permintaan emas cenderung menurun karena masyarakat pedesaan justru menjual emasnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang cenderung meningkat selama Ramadan sehingga suplai emas cenderung meningkat, meski hal ini tidak terjadi secara global.
Secara keseluruhan, lanjut Endy, harga emas akan naik hingga 11 persen dari harga di awal tahun. Namun, semua tetap bergantung pada faktor-faktor eksternal, yaitu pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar dan peningkatan permintaan emas secara global.
" Saya pernah sebut bahwa harga emas naik moderat tahun ini. Mungkin 11% dari harga awal tahun," tandasnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya