Terungkap, Tes CPNS Paling Banyak Bikin Peserta Tak Lolos

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 3 Oktober 2017 09:29
Terungkap, Tes CPNS Paling Banyak Bikin Peserta Tak Lolos
Ada tiga tes yang akan dihadapi. Masing-masing punya passing grade berbeda. Berapa?

Dream - Sebanyak 30 kementerian dan lembaga telah mengumumkan hasil seleksi administrasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) putaran II. Pelamar yang lolos selanjutnya akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Kabag Komunikasi Publik dan Pelayanan Informasi (KPPI) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Suwardi menjelaskan calon peserta yang lolos akan menghadapi tiga materi ujian yaitu Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

" Agar bisa lolos passing grade, peserta harus meraih nilai minimal masing-masing 143, 80 dan 75," ujar Suwardi seperti dikutip dari laman Menpan.go.id, Selasa, 3 Oktober 2017.

Merujuk pada Peraturan Menteri PANRB No 20/2017 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2017, dijelaskan, tes TWK dibuat untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai empat Pilar Kebangsaan Indonesia. Soal-soal yang diberikan mencakup Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dari 100 soal yang diujikan, TWK memiliki 30 soal dengan setiap jawaban benar bernilainya 5. “ Berdasarkan pengalaman, banyak peserta yang gagal mencapai skor 75. Karena itu peserta perlu belajar lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara untuk Tes Intelegensi Umum (TIU), peserta akan diuji dalam hal kemampuan verbal, numerik, berpikir logis, serta kemampuan berpikir analitis. Seperti halnya TWK, peserta harus juga harus mengerjakan 30 soal.

Terakhir, peserta akan dinilai lewat Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Pada kelompok soal ini, peserta SKD diminta mengerjakan 40 soal. Tetapi untuk kelompok soal ini, tidak ada nilai nol untuk setiap jawaban.

“ Nilainya berkisar antara 1 – 5, sehingga kalau dijawab, minimal nilainya 40 dan maksimal 200,” jelasnya.

Suwardi mengingatkan para peserta agar tidak melakukan tindakan curang seperti menggunakan joki atau memakai jimat seperti yang pernah terjadi dalam SKD pada putaran pertama. Selain tidak akan membantu, dipastikan kecurangan yang dilakukan peserta akan ketahuan yang berakibat diskualifikasi.

Jika diperlukan, lanjut Suwardi, peserta bisa mengikuti Bimbingan Belajar (Bimbel) yang belakangan banyak bermunculan. Namun lanjutnya, tidak ada Bimbel yang bisa memberikan jaminan mutlak atau 100 persen lulus.

“ Jangan percaya kalau ada Bimbel yang menjanjikan pasti lulus tes,” tegasnya.(Sah)

Beri Komentar