Memasuki Usia 40, Hormon Testosteron Berkurang Signifikan

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 18 November 2019 19:24
Memasuki Usia 40, Hormon Testosteron Berkurang Signifikan
Kenali deretan gejalanya karena kerap tak disadari.

Dream - Usia 40 dianggap sebagai usia paling matang di fase hidup seorang pria. Bahkan banyak yang beranggapan kalau daya tarik seorang pria mencapi puncaknya di usia 40. Penting diketahui, saat seorang pria sudah mencapai usia 40 ada risiko kesehatan yang menghantui.

Salah satunya adalah turunnya hormon testosteron secara signifikan. Data dari sebuah studi menunjukkan bahwa terdapat 38,7% pria dengan usia
di atas 45 tahun memiliki kadar testosteron kurang dari kadar normalnya yaitu, kurang dari 300 nanogram/desiliter (ng/dL)1.

" Kekurangan hormon testosteron banyak terjadi pada pria usia 40 tahun ke atas. Dimulai dari usia 30 tahun akan terjadi penurunan hormon testosteron seiring bertambahnya usia yang mengakibatkan terjadi penurunan kadar hormon testosteron dalam tubuh seorang pria," kata dr. Nugroho Setiawan,spesialis bidang andrologi, seperti dikutip dari rilis yang diterima Dream.

 

1 dari 5 halaman

Sebagian Besar Pria Tak Menyadarinya

Penurunan level ini sekitar 2 hingga 3 persen per tahun. Memasuki usia 40 tahun kadar testosteron menjadi sekitar 65 – 70% dan pada usia 60 tahun ke atas sekitar 45 – 50% dari usia 25 tahun.

Ini Alasan Pria Enggan Periksakan Kanker Prostat

" Banyak pria yang mengalami kekurangan hormon testosteron tidak menyadari penyakitnya. Deteksi awal kekurangan hormon testosteron dapat dilakukan dengan memperhatikan gejala yang dialami," kata dr. Nugroho.

 

2 dari 5 halaman

Gejala Saat Hormon Testosteron Menurun

Selalu perhatikan perubahan tubuh, sekecil apapun itu. Terutama ketika usia memasuki akhir 30an. Berikut gejala-gejala yang muncul saat level hormon testosteron menurun drastis.

1. Penurunan dorongan seksual
2. Lemas / kurang tenaga
3. Daya tahan / kekuatan fisik menurun
4. Tinggi badan berkurang
5. Kenikmatan hidup menurun
6. Mudah kesal / marah
7. Disfungsi ereksi
8. Penurunan kemampuan olahraga
9. Sering mengantuk / tertidur sesudah makan malam
10. Penurunan prestasi kerja

 

3 dari 5 halaman

Konsultasi dengan Dokter

“ Pria yang mengalami gejala – gejala kekurangan hormon testosteron harus segera berkonsultasi dan memeriksa kadar testosteronnya untuk mendapatkan terapi sulih hormon sehingga kualitas hidup juga menjadi lebih baik,” kata dr. Nugroho.

Kanker Penis Lebih Ganas dari Prostat, Ketahui Gejalanya

Terapi sulih hormon testosteron adalah untuk mengembalikan kadar testosteron ke tingkat normal. Penelitian membuktikan bahwa terapi sulih hormon testosteron dapat memperbaiki setiap komponen sindrom metabolik.

Rendahnya hormon testosteron dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, termasuk gangguan psikologis, gangguan metabolik, gangguan kardiovaskular, gangguan seksual, permasalahan fisik, serta risiko kematian yang lebih tinggi.

4 dari 5 halaman

Salah Kaprah Penyebab Kanker Prostat, Ketahui Faktanya

Dream - Ramai beredar di media sosial seorang perempuan berjaket putih menjelaskan penyebab kanker prostat. Dalam penjelasannya, pria harus mengeluarkan sperma secara rutin minimal tiga hingga empat kali dalam seminggu.

Jika tidak, air mani dan sperma akan membentuk plak yang mengkristal dan memicu tumor serta kanker prostat. Video itu membuat banyak pria panik. Padahal informasi itu boleh dibilang salah besar.

Kanker prostat bukan dipicu sel sperma yang tak dikeluarkan, penyebab utamanya masih belum diketahui. Tapi pada tingkat dasar, kanker prostat disebabkan perubahan pada DNA sel prostat normal.

 

5 dari 5 halaman

Gaya Hidup Tak Sehat

Dikutip dari AloDokter, faktor yang paling berperan dalam perubahan DNA itu adalah gaya hidup. Merokok setiap hari, konsumsi makanan kaya kalsium tiggi serta obesitas akan meningkatkan risiko seorang laki-laki terkena kanker prostat.

Bahaya Merokok Sehabis Makan

Riwayat kesehatan keluarga juga berpengaruh. Jika ada keluarga laki-laki yang menderita kanker prostat atau wanita yang menderita kanker payudara, risiko untuk terkena kanker prostat akan meningkat.

Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO) kanker prostat adalah kasus kanker paling umum urutan kedua pada pria. Diperkirakan sekitar 1,1 juta pria di seluruh dunia didiagnosis menderita kanker prostat dan terdapat 307 ribu kasus kematian pada 2012.

Untuk di Indonesia sendiri, kanker prostat menempati urutan ke-5 sebagai jenis kanker terbanyak, dengan jumlah penderita sebesar 971 orang pada 2011. Pria usia 70 hingga 79 tahun merupakan kelompok terbanyak yang menderita penyakit ini.

(ism, Selengkapnya baca di sini.)

Beri Komentar