Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Surat utang syariah pemerintah mendapatkan penawaran tertinggi sepanjang sejarah. Dalam lelang yang berlangsung pekan ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku mendapatkan penawaran hingga Rp 15,31 triliun.
Dalam lelang kali ini pemerintah melepas lima seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Pemerintah sebetulnya hanya membidik target sebesar Rp 4 triliun.
Sepanjang tahun ini, pemerintah diketahui telah menggelar 8 kali lelang SBSn atau sukuk negara.
Mengutup keterangan tertulis Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu pada Jumat 22 April 2016, seri SBSN yang dilelang tersebut adalah SPNS06102016, PBS009, PBS006, PBS011, dan PBS012. Kelima surat ini dilelang pada 19 April 2016.
Dari lima seri yang dilelang, seri PBS009 mendapatkan penawaran tertinggi hingga mencapai Rp 4,81 triliun. Dua seri lain yang mendapatkan penawaran besar adalah PBS012 sebesar Rp 3,34 triliun dan SPSN06102016 Rp 3,1 triliun.
Direktorat Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuangan hanya memenangkan penawaran SBSN senilai Rp6,18 triliun. Seri SBSN yang dimenangkan tersebut terdiri dari Rp1 triliun untuk SPNS06102016, Rp 1,01 triliun untuk PBS009, Rp1,37 triliun untuk PBS006, Rp1,58 triliun untuk PBS011, dan Rp1,22 triliun untuk PBS012.
Sementara yield yang ditetapkan Kemenkeu adalah 5,54 persen untuk SPNS06102016, 7,41 persen untuk PBS009, 7,59 persen untuk PBS006, 7,72 persen untuk PBS011, dan 7,99 persen untuk PBS012.
Surat berharga ini pun diterbitkan oleh kementerian ini tanggal 21 April 2016.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya