Sudah Tahu? Batik Kini Banyak Dikoleksi Buat Investasi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 6 September 2019 10:36
Sudah Tahu? Batik Kini Banyak Dikoleksi Buat Investasi
Kain batik memiliki keindahan yang mengandung nilai dan tradisi Indonesia.

Dream – Keindahan dan keunikan kain batik bisa disetarakan dengan karya seni yang menggambarkan nilai-nilai dan tradisi Indonesia. Beberapa tahun terakhir, popularitas batik semakin meningkat, baik kalangan tua maupun muda.

Selain mempercantik penampilan, tahukah Sahabat Dream jika saat ini mulai berkembang pemikiran untuk menjadi batik sebagai salah satu produk investasi.

Yup, batik dikoleksi layaknya sebuah logam mulia. 

Dahlia Sardjono, seorang kolektor batik termasuk salah satu sosialita Jakarta yang mulai berinvestasi batik untuk dijual kembali. Tapi tak semuanya bertujuan untuk dijual kembali. Dahlia terkadang membelinya untuk sekadar koleksi.

Menurut Dahlia, investasi batik saat ini sudah bisa disamakan dengan lukisan.

“ Saya punya koleksi batik ada 100 di lemari. Saya menggunakannya sebagai wujud cinta budaya Indonesia,” ujar Dahlia dalam acara “ Grand Launching SBR008: Saving in Style, Secantik Batik” di Jakarta, Kamis 5 September 2019.

Dahlia menjelaskan batik merupakan sebuah karya seni yang bernilai tinggi. Tentu saja tak semua jenis batik dianggap bernilai investasi.

Untuk mengoleksi sekaligus berinvestasi, Dahlia mengaku memilih kain batik tulis.

Menurut Dahlia, batik saat ini memang telah memiliki nilai jual cukup tinggi. Hal itu terjadi karena proses regenerasi pebatik yang semakin pelan.

Langkanya pebatik tulis dengan kemampuan mumpuni membuat harga sebuah kain batik bisa semakin mahal karena dianggap sudah langka.

(Sah, Laporan: Razdkanya Ramadhanty)

1 dari 6 halaman

Generasi Milenial Lebih Suka Utang daripada Investasi?

Dream – Milenial dan gaya hidup modern seakan menjadi bagian yang tak terpisahkan. Kebiasaan hangout hingga traveling yang sering diupdate di media sosial ternyata mempengaruhi cara mereka mengatur keuangan. Generasi milenial dinilai belum memahami investasi. Bahkan, saat ini diyakini lebih banyak generasi milenial yang punya cicilan utang ketimbang tabungan atau memiliki deposito pribadi.

“ Milenial di Indonesia, setiap kali ditanya, ada yang punya cicilan Rp1 juta-Rp2 juta per bulan? Banyak. Tapi, (giliran ditanya), ada yang investasi Rp1 juta-Rp2 juta per bulan, (jawabannya), enggak ada,” kata Founder PT Solusi Finansialku Indonesia, Melvin Mumpuni, di Jakarta, ditulis Jumat 30 Agustus 2019.

Menurut Melvin, sebenarnya, generasi Y memiliki uang karena bisa membayar cicilan. Sayangnya, uangnya justru digunakan untuk hal-hal yang konsumtif.

 

 

Jika ada milenial yang ingin mencoba berinvestasi, kata dia, yang perlu dilakukan adalah merencakan keuangan. Kalau tak mau repot, mereka bisa coba-coba investasi dengan budget testing—anggaran yang disediakan untuk mencoba investasi.

“ Mulai dulu Rp100 ribu. Setelah tahu hasilnya, optimalkan,” kata dia.

Sebagai milenial, alangkah baiknya mulai melakukan perencanaan keuangan sejak dini untuk masa depan yang lebih nyaman. Selain memikirkan investasi lewat deposito atau reksadana, investasi properti juga bisa menjadi pertimbangan. Terlebih, cicilan KPR yang kini juga melesat cukup tinggi menjadi salah satu prediksi yang menilai milenial kemungkinan tidak bisa punya rumah sendiri.

2 dari 6 halaman

Lalu, Instrumen Apa yang Cocok?

Saat ini, ada beragam instrumen investasi yang tersedia. Misalnya, saham, reksa dana, obligasi, dan emas. Nah, manakah yang cocok untuk generasi milenial?

Melvin mengatakan, investasi yang cocok bagi generasi Y pemula adalah saham, reksa dana, dan peer to peer lending (P2P).

“ Itu paling gampang. Minimal Rp100 ribu. Tinggal setor doing,” kata dia.

 

 

Jika ingin berinvestasi, Melvin menyebut dananya disisihkan terlebih dahulu ketika mendapatkan gaji. Setidaknya uang yang disisihkan sebesar 20 persen.

“ Kalau income Rp1 juta, minimal invest Rp200 ribu,” kata dia. 

3 dari 6 halaman

Uang THR Masih Sisa? Alokasikan Saja ke Investasi Syariah

Dream – Sahabat Dream, uang Tunjangan Hari Raya (THR) masih sisa? Lalu, bingung uangnya hendak dikemanakan?

Tak ada salahnya kamu mengalokasikan sisa THR untuk investasi, terutama investasi syariah.

Dikutip dari CekAja, Kamis 13 Juni 2019, investasi merupakan salah satu cara terbaik mengamankan dan mengembangkan uang. Ada beragam jenis investasi yang menjanjikan keuntungan berlimpah.

Tapi, cara yang dilakukan kurang sesuai dengan syariah Islam, terlebih jika mengandung riba.

 

 

Tren hijrah yang tengah ramai juga bukan hanya sampai ke gaya berpakaian, tetapi juga termasuk gaya hidup yang mencakup urusan finansial seperti investasi. Nah, bagi masyarakat Muslim tentu kehalalan investasi menurut agama sering menjadi tanda tanya.

Meski begitu, ternyata ada beberapa jenis investasi syariah yang telah disetujui oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kalau kamu tertarik untuk mulai menanamkan uang sisa THR-mu, berikut ini adalah daftar investasi syariah yang bisa menjadi pertimbangan.

4 dari 6 halaman

Investasi Emas

Investasi emas, termasuk memperjual-belikannya menurut fatwa MUI termasuk ke dalam perbuatan mubah atau diperbolehkan. Akan tetapi, ada ketentuan yang harus diperhatikan, antara lain, harga jual emas tidak bertambah selama masa perjanjian, tidak menjadikan emas tersebut sebagai jaminan atau objek akad lain yang bisa menyebabkan perpindahan kepemilikan. Emas juga merupakan alat tukar resmi.

Emas menjadi salah satu pilihan investasi terfavorit karena cenderung stabil. Harganya selalu naik dan progresif setiap tahunnya. Kamu juga tak perlu pertimbangan kalau memutuskan untuk berinvestasi emas.

 

 

Kamu juga tidak memerlukan berbagai pertimbangan jika memutuskan untuk berinvestasi emas. Untuk berinvestasi di instrumen yang satu ini, kamu bisa membelinya di gerai resmi Antam atau membuka tabungan emas di Pegadaian.

Atau kalau mengikuti cara paling mudah, investasikan dana kamu di perhiasan emas. Sejak dahulu, tidak ada gonjang-ganjing perkara riba kalau kamu membeli perhiasan emas. Selain untuk investasi, kamu dapat manfaat lain yaitu untuk mempercantik diri. Meski begitu, jika tujuanmu fokus untuk investasi, sebaiknya pilih emas batangan atau logam mulia ya.

5 dari 6 halaman

Properti

Jenis investasi lain yang sangat dianjurkan untuk kamu yang tidak ingin berhubungan dengan riba adalah properti. Keuntungan yang kamu dapatkan murni karena memang ada harga jual yang bertambah hampir setiap tahunnya.

Selain itu, investasi ini juga tergolong mudah dan jelas bentuknya serta bisa difungsikan.

 

 

Tapi, kamu harus membeli properti tanpa melibatkan sistem bunga. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan membeli properti secara tunai atau mengambil KPR berbasis syariah dengan sistem margin.

Dalam hal ini, pihak bank syariah akan menetapkan presentase margin yang harus dibayarkan dengan sistem flat atau cicilan tetap.

6 dari 6 halaman

Instrumen Syariah Lainnya

Deposito Syariah

Kamu juga bisa memilih investasi jenis deposito syariah. Untuk bisa berinvestasi di deposito syariah, kamu harus memiliki tabungan syariah. Hal ini disebabkan oleh fatwa MUI, deposito syariah diperbolehkan kalau sertifikatnya diterbitkan oleh bank syariah.

Untuk itu, pembagian keuntungan dari deposito syariah ini sudah sangat jelas. Presentase keuntungan didasarkan pada bagi hasil yang disesuaikan dengan keuntungan bersih pengelolaan dana.

Berbeda dari deposito konvensional yang bunganya sudah ditetapkan sejak awal, bergantung pada tenor yang diambil.

 

 

Reksa Dana Syariah

Selain itu, jenis investasi yang bisa kamu pilih adalah reksa dana syariah. Secara umum, reksa dana dikelola secara terbuka, produktif, dan transparan. Jika kamu ragu akan reksa dana konvensional, pilih reksa dana syariah untuk memastikan tidak ada unsur nonhalal di dalamnya.

Surat Berharga Syariah Negara (SBBN)

Surat Berharga Syariah Negara (SBBN) adalah obligasi atau surat utang yang diatur dengan sistem syariah sehingga surat yang diperjualbelikan tidak berasal dari produk jual beli haram. Sama dengan reksa dana syariah, pengelolaan dan penyerahan data juga dilakukan secara transparan dan menghindari segala hal yang berhubungan dengan investasi non-halal.

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik