Mengenal Ar-Rahn, Akad yang Dipakai dalam Gadai Syariah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 7 Januari 2019 14:15
Mengenal Ar-Rahn, Akad yang Dipakai dalam Gadai Syariah
Bagaimana konsep akad ini?

DreamSahabat Dream yang sudah memiliki tabungan syariah atau pembiayaan dari bank syariah pasti sudah mengenal istilah akad mudharabah, musyrakah, murabahah atau nisbah. Tapi pernahkah kamu mendengar istilah Ar-Rahun/Ar-Rhan.

Ar Rahn merupakan salah satu akad yang digunakan di bisnis syariah.

“Dalam kegiatan bisnis syariah, terdapat istilah yang digunakan oleh perbankan syariah, yaitu Ar-Rahnu, atau jaminan atas kewajiban,” dikutip dari akun Instagram Bank Mandiri Syariah, @banksyariahmandiri, Senin 7 Januari 2019.

Dalam pemaknaannya, Ar Rahn ini juga marak dikenal sebagai gadai. Makanya, tak jarang akad ini digunakan untuk bisnis gadai syariah.

Pihak pertama memberikan barang yang bernilai tertentu kepada pihak kedua. Di tangan pihak kedua, barang itu dijadikan jaminan atau agunan atas kewajiban dari pihak pertama kepada pihak kedua.

“Hak kepemilikan barang gadai tetap di pihak pertama,” tulis @banksyariahmandiri.

Kalau pihak pertama tak bisa memenuhi pembayaran kewajiban, pihak kedua bisa menjual barang gadai. Hasilnya bisa digunakan untuk menutupi kewajiban.

“Jika hasilnya lebih, dikembalikan kepada pemilik barang gadai/pihak pertama,” tulis @banksyariahmandiri.

 

1 dari 2 halaman

BSM Gelontorkan Rp750 M untuk Proyek Tol Pasuruan-Probolingo

Dream – PT Bank Syariah Mandiri (BSM) turut membiayai pembangunan jalan tol Pasuran-Probolinggo. Jumlah pembiayaan yang digelontorkan oleh BSM sebanyak Rp750 miliar.

Pembiayaan sindikasi ini menggunakan akad Line Facility-Musyarakah Mutanaqishoh untuk investasi dalam jangka waktu 15 tahun.

Bank syariah ini termasuk dalam sindikasi pembiayaan kepada PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 8 Oktober 2018, pembiayaan yang dikucurkan ini sebesar Rp2,29 triliun dari total project yang sebesar Rp3,8 triliun.

Mereka yang tergabung dalam sindikasi ini yakni BSM, PT Sarana Multi Infrastruktur, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jatim Syariah, Bank Mega Syaruah, dan BJB Syariah.

Dana itu bakal digunakan untuk pembiayaan jalan tol yang sejauh 31,3 km. BSM merupakan inisiator dengan SMI sebagai joint mandated lead arranger and book runner.

Direktur Wholesale Banking BSM, Kusman Yandi, mengatakan partisipasi BSM di proyek ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur melalui kerja sama sindikasi syariah.

“ Sebagai bank syariah buku III, Mandiri Syariah sudah masuk dalam proyek-proyek infrastruktur yang dibangun pemerintah,’’ kata Kusman Yandi di Jakarta.

Yandi mengatakan BSM tak hanya memberikan pembiayan kepada jalan tol, tetapi juga infrastruktur lainnya. Sebut saja jalan raya, pelabuhan, dan industri kereta api. “ (Ini) merupakan wujud dukungan dan partisipasi kami sebagai bagian dari Bank Mandiri Group dalam percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah,” kata dia.

Selain jalan tol, Mandiri Syariah juga masuk ke projek pembangunan jalan raya, pelabuhan, industri perkeretaapian, elektrika dan power plant. Yang demikian, kata Kusman Yandi. (ism)

2 dari 2 halaman

BSM Sabet Penghargaan Bank Ritel Syariah Terbaik 2018

Dream – PT Bank Syariah Mandiri (BSM) menyabet penghargaan sebagai bank syariah retail terbaik. Penghargaan The Best Islamic Retail Bank itu diberikan oleh Alpha South East Asia.

Dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 19 September 2018, Direktur Risk Management and Compliance BSM, Putu Rahwidhiyasa, menerima penghargaan dari CEO Alpha South East Asia, Siddiq Bazarwala.

Putu Rahwidhiyasa bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh stakeholders, terutama nasabah dengan pencapaian yang diperoleh BSM kali in.

Menurut Putu, perusahaan selama ini terus menetapkan strategi untuk fokus di bidang segmen ritel. “ Baik dari sisi pendanaan maupun pembiayaan,” kata dia di Singapura.

Sekadar informasi, sampai Agustus 2018, aset perusahaan mencapai Rp92,68 triliun dengan pembiayaan Rp64,62 triliun dan dana pihak ketiga sebesar Rp81,93 triliun.

Komposisi pembiayaan segmen ritel sebesar 58,26 persen dari total pembiayaan yaitu sebesar Rp37,65 triliun per Agustus 2018 atau tumbuh 15,30 persen dari Rp32,65 triliun per Agustus 2017.(Sah)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone