Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.
Dream – Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) menerapkan peraturan unik di lingkungan kementeriannya. Susi akan memberikan sanksi denda uang Rp500 ribu jika para pegawai ketahuan membawa air minum kemasan ke kantornya.
“ Saya larang pegawai saya membawa botol minuman kemasan ke kantor," kata Susi di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 29 Maret 2018.
Disamping denda, Susi juga berinisiatif memberikan bonus 20 persen dari denda itu untuk pegawai yang melaporkan pelanggaran tersebut. Sistem ini diharapkan bisa membentu manajemen pengawasan program tersebut.
Dia mendapatkan informasi dari media sosial bahwa ada salah satu negara kecil di Afrika telah menerapkan kebijakan larangan penggunaan plastik. Susi mengacungi jempol akan kebijakan tersebut.
Susi mengatakan Indonesia merupakan salah satu penghasil sampah plastik terbesar kedua setelah Tiongkok. Ini menjadi salah satu alasan mengapa dirinya harus memberikan contoh kepada semua orang tentang bahaya sampah plastik.
“ Saya kemarin paddle di Fakfak beberapa mil, masih saja menemukan sampah plastik mie instan, botol minuman, dan sampah plastik lainnya. Stop hal itu. Itu yang menyebabkan penduduk kita di wilayah kepulauan itu sering tidak sehat karena uang hasil jual ikan buat beli mie instan dan sebagainya, tidak lagi konsumsi ikan segar,” kata dia.
Susi juga meminta kepada semua pihak untuk mengkampanyekan hal ini kepada anak-anak dengan mensosialisasikan sejak dini. Diharapkan saat dewasa nanti anak-anak tersebut bisa memahami pentingnya kelangsungan hidup biota laut.
(Sumber: Liputan6.com/Ilyas Istianur Praditya)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya