Tren Pelemahan Jangka Pendek, Indeks Bluechips Syariah Balik Melesu

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 14 Februari 2019 16:56
Tren Pelemahan Jangka Pendek, Indeks Bluechips Syariah Balik Melesu
Indeks sektor industri tergerus.

Dream - Minimnya sentimen positif yang menghampiri lantai bursa membuat laju indeks saham syariah melesu. Adanya analisa pasar yang menyebut bursa saham Indonesia sedang dalam tren pelemahan dalam jangka pendek membuat pelaku pasar menahan diri.

Laju indeks saham semakin berat melaju naik setelah melihat pemodal asing yang masih melanjutkan aksi jual sahamnya.

 

Tanpa sentimen positif yang cukup kuat menopang perdagangan saham, tiga indeks acuan saham syariah di pasar modal Indonesia bergerak tak kompak saat penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 14 Februari 2019.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hari ini ditutup menguat tipis 0,039 poin (0,02%) ke level 190,840. Setelah dibuka menguat di level 191,538, laju positif ISSI hanya bergerak sekitar 1 jam perdagangan. ISSI hanya bisa menyentuh level tertinggi di ke 191,538.

ISSI selanjutnya hanya menghabiskan waktu perdagangan di zona merah hingga jelang sesi penutupan. ISSI sempat terseret ke posisi terendah di 190,116.

Nasib berbeda di alami dua indeks bluechips syariah. Gagal digiring ke zona hijau, Jakarta Islamic Index (JII70) menutup sesi perdagangan dengan koreksi 3,299 poin (0,47%) ke level 696,625.

Hal yang sama dialami Indeks JII70 yang melemah 0,896 poin (0,38%) ke level 234,594.

Masih berlanjutnya aksi jual pemodal asing juga membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak kuat menembus teritori hijau lebih tinggi. IHSG menutup perdagangan dengana kenaikan tipis 0,902 poin (0,01%) ke level 6.420,018.

1 dari 1 halaman

Indeks Sektor Pertambangan Rontok

Indeks sektor infrastruktur menjadi incaran investor usai menguat 1,81 persen Kenaikan juga dicetak indeks saham sektor pertanian 0,62 persen, barang konsumsi 0,29 persen, dan perdagangan 0,22 persen.

Sedangkan saham industri dasar bergerak melemah 1,08 persen. Pelemahan ini diikuti industri aneka 0,96 persen, pertambangan 0,59 persen, manufaktur 0,28 persen, dan keuangan 0,19 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah ISAT yang harga sahamnya naik Rp550, DSSA Rp500, AKRA Rp325, UNTR Rp300, dan ALDO Rp260.

Sebaliknya, harga saham LPPF terkoreksi Rp700, UNVR Rp375, INTP Rp350, SMGR Rp275, SILO Rp200.

Pada pukul 16.04, rupiah menguat tipis. Kurs dolar AS terkoreksi 12 poin (0,08%) ke level Rp14.047.(Sah)

Beri Komentar
Detik-detik Bom Bunuh Diri Meledak di Polrestabes Medan