Menanjak Sebentar, Indeks Syariah Tiarap Sejak Awal Perdagangan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 18 November 2019 16:55
Menanjak Sebentar, Indeks Syariah Tiarap Sejak Awal Perdagangan
Bagaimana dengan rupiah?

Dream - Indeks syariah kompak melemah pada penutupan perdagangan Senin, 18 November 2019. Pasar masih mencermati situasi ekonomi global yang belum menentu dan membuat investor enggan melantai di bursa.

Tanda-tanda pelemahan indeks syariah sudah terasa sejak awal perdagangan. Meski sempat menguat saat bel perdagangan dimulai, laju bluechips syariah sebagai motor penggerak indeks hanya berlangsung singkat. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan melorot 0,182 poin (0,10%) ke level 185,534. ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka melemah di level 185,593.

ISSI relatif bergerak stagnan di awal perdagangan dan mulai tersungkur setelah 15 menit sesi pembukaan dimulai. Sempat terangkat ke level tertinggi 185,834, ISSI menghabiskan sisa perdagangan di teritori merah. Level terendah ISSI tercetak di angka 184,740.

Saham bluechips syariah sempat bergerak naik signifikan di awal sesi. Namun pemodal yang cemas dengan perkembangan ekonomi global memilih menahan diri turun ke lantai bursa.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan turun tipis 2,284 poin (0,34%) ke level 678,039.

Sementara indeks syariah paling bungsu, JII70 turun 0,327 poin (0,14%) ke level 230,443.

Berkurangnya aksi beli investor memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus kembali ke jalur merah. IHSG ditutup melemah 5,720 poin (0,09%) ke level 6.122,625.

1 dari 5 halaman

Indeks Infrastruktur Terjerembab

Pasar masih mencermati perkembangan perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok. Minimnya sentimen positif ini membuat investor ramai-ramai melepas saham, terutama di sektor infrastruktur.

Indeks sektor infrastruktur anjlok 1,09 persen. Pelemahan indeks sektoral diikuti oleh perdagangan 0,45 persen dan barang konumsi 0,30 persen.

Hanya tiga indeks yang menguat, yaitu pertambangan sebesar 1,52 persen, pertanian 0,21 persen, dan keuangan 0,17 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini yaitu BYAN yang harganya meningkat Rp2.500, TEBE Rp545, TCPI Rp395, SRTG Rp230, AALI Rp225.

Sebaliknya, harga saham BRAM terkoreksi Rp2.800, ENVY Rp515, UNTR Rp475, INTP 275, GMTD Rp250, dan SMGR Rp250.

Pada 16.30, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat. Kurs dolar AS turun 63 poin (0,48%) ke level Rp14 ribu per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Indeks Syariah Berbalik Menguat Usai 2 Hari Tertekan

Dream - Indeks syariah kembali ke jalur hijau setelah dua hari terakhir tertekan aksi jual investor. Meski sempat tertekan di awal perdagangan, laju tiga indeks saham syariah lebih banyak bertahan di teritori positif di perdagangan jelang libur akhir pekan ini. 

Pada penutupan perdagangan BEI, Jumat, 15 November 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 0,567 poin (0,31%) ke level 185,716. ISSI terus menanjak setelah dibuka menguat di 185,446 saat sesi pra-pembukaan.

Bergerak fluktuatif di awal perdagangan, ISSI baru mantap melaju di zona positif setelah 45 usai bel pembukaan dibunyikan. ISSI sempat menembus level tertinggi di 185,988.

 

 

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) tak luput dari incaran pelaku pasar. Sama-sama melemah di awal sesi, indeks berisi 30 bluechips syariah ini ditutup menguat 3,479 poin (0,51%) ke level 680,323.

Penutupan positif juga dicetak indeks JII70 yang menanjak 1,290 poin (0,53%) ke level 230,770.

Kembalinya pelaku pasar ke lantau bursa membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut cerah di perdagangan akhir pekan ini. IHSG ditutup menguat 29,395 poin (0,48%) ke level 6.128,345.

3 dari 5 halaman

Investor Mulai Berani Melantai

Investor kembali menggeliat di lantai bursa dan sering membeli saham. Aksi beli ini membuat hampir semua indeks sektoral, termasuk keuangan, meningkat. Indeks keuangan meroket 1,06 persen.

Hanya satu indeks yang melemah, yaitu properti sebesar 0,16 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah BRAM yang harga sahamnya menanjak Rp2.325, BYAN Rp1.200, TCPI Rp290, INTP Rp275, dan INDF Rp175.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah ENVY yang harga sahamnya melorot Rp680, GMTD Rp625, UNVR Rp575, DEAL Rp285, dan ISAT Rp190.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah berbalik menguat. Pada 16.34, kurs dolar terhadap rupiah melemah 32 poin (0,23%) ke level Rp14.055.

4 dari 5 halaman

Sektor Properti Naik Sendirian, Indeks Syariah dan IHSG `Ambyar`

Dream - Indeks syariah merosot pada penutupan perdagangan BEI, Kamis 14 November 2019. Hampir semua indeks berguguran di tengah nilai tukar dolar AS yang mengamuk terhadap mata uang dunia.

Indek Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 1,715 poin (0,92%) ke 185,149 setelah dibuka dengan koreksi di level 186,578 pada sesi pembukaan. Indeks ini sempat terangkat ke 186,911, namun aksi jual menyeretnya hingga 184,356.

 

 

Koreksi signifikan terjadi pada dua indeks bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) hari ini tersungkur 8,374 poin (1,22%) ke level 676,844.

Pelemahan signifikan juga dialami indeks JII70 yang turun 2,516 poin (1,08%) ke level 229,561.

Pasar modal Indonesia hari ini memang dilanda tekanan jual pelaku pasar. Terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot 43,551 poin (0,71%) ke level 6.098,950.

5 dari 5 halaman

Investor Gencar Jual Saham

Aksi jual saham terjadi di sebagian besar indeks sektor, terutama di infrastruktur, industri aneka, dan pertambangan. Ketiga indeks ini merosot masing-masing 1,72 persen, 1,61 persen, dan 1,45 persen.

Penguatan indeks properti sebesar 0,22 persen tak cukup kuat menahan laju pelemahan perdagangan.

Top losser saham syariah dialami emiten IBST yang merosot Rp1.500, disusul BYAN yang melemah Rp900, UNTR Rp800, GMTD Rp625, dan DEAL Rp315.

Sebaliknya, yang menjadi top gainer kali ini adalah BRAM yang harga sahamnya meningkat Rp1.950, DSSA Rp500, UNVR Rp475, OMRE Rp175, dan TGKA Rp150.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone