Mulai Hari Ini Masuk Supermarket Wajib `Absen` Dulu di PeduliLindungi

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 14 September 2021 13:36
Mulai Hari Ini Masuk Supermarket Wajib `Absen` Dulu di PeduliLindungi
Ketentuan kapasitas pengunjung dibatasi maksimal 50 persen untuk supermarket yang beroperasi di daerah berstatus PPKM level 3 dan 4

Dream – Sahabat Dream yang berencana berbelanja di supermarket atau hypermarket sebaiknya sudah mengunduh aplikasi PeduliLindungi di smartphone. Terhitung sejak hari ini, (Selasa, 14 September 2021), setiap pengunjung supermarket harus melalui proses skrinning saat memasuki supermarket. 

Ketentuan baru ini sudah disosialisasikan pemerintah sejak sepekan yang lalu. Aturan ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 39 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3, dan 2 Covid-19 di Wilayah Jawa Bali,

Ketentuan yang sama juga tercantum dalam peraturan terbaru yang dikeluarkan pemerintah lewat  Inmendagri No.42 Tahun 2021.

 

Penggunaannya ini berlaku mulai 14 September 2021. Aturan ini berlaku untuk daerah-daerah PPKM level 2, 3, dan 4.

 

1 dari 5 halaman

Dalam Inmendagri terbaru ini, operasional supermarket, hypermarket, dan pasar tradisional yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari di level 3 dan 4 dibatasi hingga pukul 21.00 waktu setempat.

Jumlah pengunjung yang datang ke pusat perbelanjaan itu juga dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas.

Begitu pula dengan pasar yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari yang operasionalnya dibatasi hingga pukul 17.00.

Ketentuan lebih longgar diterapkan untuk operasional supermarket, hypermarket, hingga pasar swalayan beroperasi di daerah berstatus PPKM level 2. Kapasitas pengunjung masih diizinkan sebanyak 75 persen dari kapasitas.

Namun sama seperti di daerah berstatus PPKM level 3 dan 4, pengunjung tetap diwajibkan melakukan skrinning melalui aplikasi PeduliLindungi.

Sementara itu, pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi maksimal 75 persen. Jam operasional sampai dengan pukul 18.00.

2 dari 5 halaman

Bioskop di Daerah Level 3 dan 2 Boleh Buka, Kapasitas Maksimal 50%

Dream - Pengelola bioskop di Tanah Air bisa kembali bernapas lega setelah beberapa bulan terakhir tak boleh beroperasi karena penerapan PPKM. Meski tetap diperpanjang sampai 20 September 2021, pengelola bioskop yang beroperasi di daerah berstatus level 2-3 boleh kembali beorperasi.

Sebagai bentuk pelonggaran dari kebijakan PPKM, bioskop di daerah PPKM tersebut hanya diizinkan menerima jumlah pengunjung dengan kapasitas maksimal 50 persen.

" Pembukaan bioskop dengan kapasitas maksimal 50 persen pada kota-kota level 3 dan level 2," ujar Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, disiarkan kanal Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI.

Selain syarat kapasitas maksimal, pengelola bioskop juga diharuskan menerapkan ketentuan check-in melalui aplikasi PeduliLindungi untuk para pengunjung. Sementara penerapan protokol kesehatan yang ketat sudah harus menjadi kewajiban seperti diterapkan untuk semua pelonggaran yang dibuat pemerintah.

" Hanya kategori hijaulah yang dapat masuk area bioskop," kata dia.

3 dari 5 halaman

PeduliLindungi di Industri, Ganjil Genap di Tempat Wisata

Pemerintah juga akan mendorong penggunaan aplikasi PeduliLindungi di kawasan industri. Ini karena aplikasi tersebut belum digunakan untuk skrining secara maksimal.

Selain itu, Luhut mengatakan jumlah destinasi wisata yang dibolehkan buka juga akan ditambah. Tentu dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan penggunaan PeduliLindungi.

Tak hanya itu, Pemerintah juga menerapkan ganjil genap pada daerah-daerah wisata. Kebijakan ini berlaku setiap Jumat mulai pukul 12.00 hingga Minggu pukul 18.00.

" Tujuannya untuk kita mengurangi kendaraan yang datang ke sana," kata dia.

4 dari 5 halaman

Luhut Tegaskan PPKM Terus Diterapkan di Jawa-Bali Hingga Kasus Covid-19 Ditekan

Dream - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, kembali menegaskan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatam Masyarakat (PPKM) akan terus diterapkan di Jawa-Bali.

Pernyataan ini disampaikan Luhut yang juga Koordinator Penanganan PPKM Jawa-Bali menanggapi masih adanya pertanyaan publik terkait berakhirnya PPKM di Indonesia.

" Pemerintah menegaskan akan terus melakukan PPKM level ini di seluruh Jawa-Bali," kata Luhut dalam konferensi pers disiarkan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Luhut menegaskan pemerintah akan terus melakukan evaluasi setiap minggu untuk memantau kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi di tiap daerah.

" Hingga menekan kasus konfirmasi dan tidak mengulang kejadian sama di kemudian hari," kata dia.

Luhut menegaskan PPKM adalah alat Pemerintah untuk mengendalikan situasi Covid-19. Dia menyatakan jika dilepas, dikhawatirkan akan muncul kembali gelombang penularan Covid-19 seperti yang sudah pernah terjadi.

" Kita sudah lihat pengalaman di banyak negara, jadi kita tidak ingin mengulangi kesalahan yang dilakukan berbagai negara lain," kata dia.

5 dari 5 halaman

Mobilitas Mengalami Kenaikan

Selanjutnya, Luhut mengatakan terjadi peningkatan mobilitas cukup tinggi di beberapa wilayah. Khususnya sejumlah destinasi wisata.

" Seperti di Pantai Pangandaran yang dipenuhi pengunjung dari Bandung Raya, Tasikmalaya, Jabodetabek, sehingga berpotensi untuk terjadinya kasus impor bagi daerah tersebut," kata dia.

Kondisi ini diperparah lemahnya penerapan protokol kesehatan. Tak hanya itu, tingkat occupancy (keterisian) hotel di Pangandaran sampai mendekati penuh.

" Hal ini berlawanan dengan ketentuan yang mengatur kapasitas hotel yang diperbolehkan," ucap Luhut.

Beri Komentar