Mulai Hari Ini, Transaksi di Jalan Tol Wajib Non Tunai

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 31 Oktober 2017 06:28
Mulai Hari Ini, Transaksi di Jalan Tol Wajib Non Tunai
Transaksi dengan uang elektronik serentak dilakukan di semua jalan tol.

Dream – Sahabat Dream, mulai hari ini Selasa 31 Oktober 2017, transaksi pembayaran di jalan tol akan menggunakan uang elektronik. Aturan ini berlaku di semua ruas tol.

Penerapan transaksi non tunai di jalan tol ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 16/PRT/M/2017 tentang Transaksi Tol Non Tunai di Jalan Tol yang menyebutkan, penerapan transaksi tol non tunai sepenuhnya di seluruh jalan tol per 31 Oktober 2017.  

Untuk mendukung aturan ini, semua badan usaha jalan tol diminta meningkatkan proporsi gardu tidak terima tunai. Paling sedikit 60 persen terhadap total jumlah gardu paling lambat pada September 2017.

Gardu-gardu tol elektronik yang telah menerapkan transaksi non tunai untuk pembayaran tol 100 persen, seperti Tol Dalam Koya, Gerbang Tol (GT) Angke 1, Kuningan 1, Halim 1, dan Kapuk 1. Ada juga GT Meruya Utara, GT Meruya 2, GT Karang Tengah Barat 1, GT Karang Tengah Barat 2, GT Meruya Utara 1, GT Karawaci Ramp Kebon Jeruk, GT Tangerang, dan GT Meruya 1.

Untuk Tol Purbaleunyi, GT yang menerapkan transaksi uang elektronik adalah GT Baros, GT Sadang, dan GT Moh Toha.

Uang-uang elektronik yang bias digunakan untuk transaksi tol adalah e-money dan e-Toll yang dikeluarkan oleh PT Bank Mandiri Tbk (Persero), BNI TapCash oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero), dan Brizzi oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero), dan Flazz oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

PT Jasa Marga Tbk (Persero) siap menjalankan aturan itu. Perusahaan pelat merah ini bekerja sama dengan perbankan untuk meningkatkan layanan kepada pengguna jalan untuk masalah mesin/reader, top up uang elektronik, hingga sosialisasi masif bersama badan usaha jalan tol (BUJT).

Hingga hari ini, 99 persen gerbang tol milik Jasa Marga telah menerapkan pembayaran non tunai, dan menjadi 100 persen tepat di tanggal 31 Oktober 2017.

Salah satu upayanya dengan mengubah Gardu Tol Hybrid menjadi Gardu Semi Otomatis (GSO). Pada masa transisi perubahan sistem pembayaran ini, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk menggunakan tol seperti biasanya.

“ Pengguna jalan tol diharapkan untuk menyiapkan uang elektronik dengan jumlah saldo yang cukup sebelum memasuki jalan tol, meletakkan uang elektronik tidak jauh dari jangkauan, serta memberikan ciri/tanda yang khas pada Uang Elektronik sebagai identitas kepemilikan,” kata AVP Corporate Communication Jasa Marga, Dwimawan Heru, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream.

Heru mengatakan BUMN ini juga memastikan, infrastruktur yang layak fungsi serta dukungan petugas di lapangan yang sesuai dengan standard operating procedure (SOP). Hal ini untuk mengantipasi kalau terjadi kepadatan di gerbang tol yang dapat diakibatkan karena saldo kurang/habis atau uang elektronik tak terbaca atau hilang.

Secara terpisah, Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputa Zuna, mengatakan transaksi uang elektronik di jalan tol mencapai 92 persen secara nasional dan 8 persen sisanya menggunakan uang tunai.

“ Kami mohon sisanya segera beralih untuk menyiapkan diri dengan uang elektroniknya,” kata Herry di Jakarta.

Dia mengatakan, implementasi transaksi uang elektronik di Jabodetabek sebanyak 95 persen, sedangkan luar Jabodetabek 88 persen. Untuk di luar Jawa, transaksi dengan uang elektronik masih 77 persen.

Transaksi uang elektronik belum 100 persen karena ada penerapan yang terlambat di beberapa jalan tol, seperti Surabaya dan Mojokerto yang masih mencapai 50 persen. Bahkan,  tol di Suramadu masih 0 persen karena baru diterapkan.

(ism, Laporan: Annisa Mutiara Asharini)

Beri Komentar