Pangsa Pasar Perbankan Syariah Tak Terhadang Pandemi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 6 April 2021 19:12
Pangsa Pasar Perbankan Syariah Tak Terhadang Pandemi
Pada tahun lalu, perbankan syariah masih membukukan pertumbuhan yang positif baik dari sisi pangsa pasar maupun bisnis pembiayaan. Bahkan kinerja positif masih berlangsung di awal 2021.

Dream – Pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia perlahan-lahan mulai meningkat. Sempat bertahan lama di kisaran 5 persen, market share perbankan syariah di akhir 2020 naik menjadi 6,51 persen.

Masih menghadapi tekanan pandemi COVID-19, kinerja bank syariah masih terus menanjikan. Di akhir Januari 2021, pangsa pasar bisnis keuangan syariah ini naik 0,04 persen menjadi 6,55 persen.

“ Yang menggembirakan adalah sampai akhir tahun lalu, pembiayaan perbankan syariah kita dapat bertumbuh dengan baik dan positif hingga 8,17 persen,” kata Direktur Pengaturan Perizinan Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Deden Firman Hendarsyah, dalam webinar IDX Channel, ditulis Selasa 6 April 2021.

Pengembangan perbankan syariah saat ini, masih terus dalam tahap perbaikan untuk memanfaatkan potensi yang sangat besar. Pemerintah, saat ini, sudah melakukan terobosan-terobosan baru untuk menggenjot perbankan syariah di Indonesia. Salah satunya adalah melebur tiga bank syariah yang merupakan anak usaha BUMN.

“ Dengan adanya BSI ini, kita harapkan celah yang dulu tidak terisi maka akan terisi dan tarikan market share nya akan lebih kuat,” ujar Ketua MUI Pusat Bidang Ekonomi Syariah, Sholahudin Al Aiyub, dalam kesempatan yang sama.

Aksi korporasi ini juga bisa membantu menggerakkan industri keuangan syariah yang lain untuk terus tumbuh dan memberikan berkah bagi masyarakat.

1 dari 1 halaman

Peran Pemerintah Tetap Diperlukan

Pengamat perbankan syariah dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Irfan Syauqi Beik, mengatakan pemerintah juga harus tetap memperkuat perbankan syariah dan melibatkan peran masyarakat yang lebih besar.

“ Dalam pengembangan perbankan syariah juga harus bisa masuk ke berbagai sektor perekonomian, yang strategis dan memiliki dampak multiplayer yang sangat besar terhadap penguatan perekonomian,” kata Irfan.

Perbankan syariah, kata dia, menghadapi sederet tantangan, seperti melakukan konsolidasi operasional serta menghadapi digitalisasi. Untuk itulah, keberadaan roadmap perbankan syariah diperlukan agar keunggulan sektor ini bisa meningkat serta manfaat perbankan syariah bisa lebih besar lagi dirasakan oleh masyarakat.

Visi yang ingin dicapai dalam roadmap yaitu ingin mewujudkan perbankan syariah yang resilien kuat, berdaya saing tinggi, dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Untuk mewujudkan visi tersebut terdapat tiga pilar pengembangan, yakni penguatan identitas perbankan syariah, sinergi ekosistem ekonomi syariah dan penguatan perijinan peraturan serta pengawasan.

(Laporan: Radhika Nada)

Beri Komentar