Dukung Diskon PPnBM, Uang Muka Kredit Mobil Mau Diturunkan?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 18 Februari 2021 07:33
Dukung Diskon PPnBM, Uang Muka Kredit Mobil Mau Diturunkan?
Otoritas ini menilai kebijakan itu bisa menggairahkan industri otomotif.

Dream – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung kebijakan pemerintah yang menurunkan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk mendorong sektor otomotif. Kebijakan serupa juga bisa dilakukan OJK untuk memacu penyaluran kredit dan pemulihan sektor manufaktur. 

Dikutip dari keterangan tertulis OJK, Rabu 17 Februari 2021, dukungan di sektor otomotif dari OJK yang diberikan bisa berupa penurunan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR) maupun penetapan uang muka kredit kendaraan bermotor.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh D. Santoso, menyebut kebijakan di sektor kendaraan bermotor dan sektor properti diharapkan bisa mengerek permintaan masyarakat. Dengan begitu, industri manufaktur bisa kembali pulih. Kredit pun bisa meningkat.

“ Kami dorong sektor konsumsi agar permintaan masyarakat meningkat sehingga bisa mendorong industri manufaktur bisa bangkit sambil menunggu aktivitas sosial masyarakat kembali normal,” kata Wimboh saat pertemuan dengan pimpinan bank secara fisik dan virtual di Jakarta.

Menurut Wimboh, para pelaku industri keuangan harus sama-sama memprioritaskan sektor UMKM di Tanah Air. Sektor ini diakui bisa didorong dalam jangka pendek khususnya di daerah karena pertumbuhan ini bukan saja di kota tapi di daerah.

Menurutnya, pemulihan sektor UMKM sejalan dengan upaya Pemerintah yang sudah memberikan kebijakan stimulus dengan memberikan subsidi bunga dan penjaminan kredit bagi UMKM.

Wimboh menjelaskan, selain kebijakan restrukturisasi kredit yang sudah diperpanjang, OJK juga akan menyesuaikan kebijakan di sektor kendaraan bermotor dan properti yang diharapkan bisa mendorong permintaan masyarakat sehingga industri manufaktur kembali pulih dan permintaan kredit kembali meningkat.

" Kita dorong sektor konsumsi agar permintaan masyarakat meningkat sehingga bisa mendorong industri manufaktur bisa bangkit, sambil menunggu aktifitas sosial masyarakat kembali normal," katanya.

Kebijakan diskon PPnBM juga disambut baik pihak bank. Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk optimistis kondisi perekonomian nasional akan membaik mengingat kuartal IV 2020, kredit perbankan sudah positif. Jahja juga berharap perekonomian tahun ini bisa semakin tumbuh dengan adanya vaksin COVID-19.

Dia juga menilai kebijakan pemerintah menurunkan PPnBM kendaraan bermotor sudah sejalan dengan kebijakan restrukturisasi kredit yang dikeluarkan OJK dan sangat membantu industri perbankan.

1 dari 3 halaman

Pemerintah Dorong Gairah Masyarakat dengan PPnBM Mobil 0 Persen

Dream – Sebagai respons dampak pandemi di sektor ekonomi, pemerintah kembali melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Salah satu strategi PEN adalah melindungi industri dalam negeri.

Caranya, melonggarkan tarif Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM), khususnya pada kendaraan bermotor. Kebijakan ini diyakini bisa menggenjot aktivitas produksi industri otomotif dan pemasukan bagi negara.

“ Insentif diberikan kepada konsumen, bukan kepada korporasinya (produsen). Dari segi penerimaan negara itu kita sudah menghitung ada kompensasinya tentu dengan peningkatan volume kemudian PPh meningkat,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, melalui webinar, Selasa 16 Februari 2021.

 

© Dream

 

Pemberian insentif tersebut akan dilakukan secara bertahap selama sembilan bulan, mulai dari Maret 2021 dan berlangsung selama tiga bulan pada setiap tahapannya. Pada tahap pertama Insentif PPnBM akan diberikan sebesar 100 persen dari tarif, tahap kedua insentif PPnBM diberikan sebesar 50 persen dari tarif, dan tahap ketiga insentif PPnBM akan diberikan 25 persen dari tarif .

“ Dengan penurunan PPnBM, kita harapkan akan bisa menurunkan harga kendaraan bermotor. Dengan begitu bisa meningkatkan pembelian dari sisi demand, yang akhirnya akan meningkatkan produksi kendaraan bermotor,” tambah Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono.

2 dari 3 halaman

Kondisi Memprihatinkan

Hal tersebut menjadi salah satu upaya atas kondisi yang memprihatinkan pada industri kendaraan bermotor sebagai penjualan paling rendah di masa pandemi. Bahkan penurunan penjualan motor mencapai 43,57 persen serta penurunan penjualan mobil mencapai 48,35 persen pada tahun 2020 lalu.

Pemberian insentif PPnBM untuk kendaraan bermotor ini akan diberikan untuk target pasar kelompok menengah bawah, seperti kategori kendaraan sedan dengan segmen maksimal sebesar 1.500cc (≤ 1.500cc), dan kendaraan 4x2 type dengan segmen maksimal sebesar 1.500cc (≤ 1.500cc).

Pemberian insentif akan menggunakan skema PPnBM DTP (Ditanggung Pemerintah). Pemilihan segmen kendaraan tersebut adalah karena memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang lebih dari 70 persen.

3 dari 3 halaman

Kurang Efektif?

Namun kebijakan pemilihan satu kelompok masyarakat, dianggap kurang efektif dan sebaiknya memilih dua target, walaupun dengan jumlah potongan yang berbeda. Pengamat ekonomi, Piter Abdullah, mengatakan efektivitas kebijakan ini lebih kecil daripada kebijaka yang diberikan kepada kendaraan bermotor yang target pasarnya adalah kelompok atas.

“ Tentunya, petimbangannya kendaraan itu diproduksi di dalam negeri dengan tingkat kandungan lokal yang cukup tinggi,” kata dia.

Piter mengatakan penurunan yang diberikan tidak harus sama. Misalnya, PPnBM kendaraan bermotor 1500 cc bisa diberikan potongan 100 persen. Kemudian, kendaraan mewah mendapatkan potongan 50 persen.

Dua kelompok masyarakat sama-sama mendapatkan insentif untuk dapat memicu akselerasi pertumbuhan ekonomi yang cepat di bagian otomotif. Bahkan, kata dia, sekitar 80 persen konsumsi dikontribusi oleh kalangan menengah ke atas.


Reporter: Yuni Puspita Dewi

Beri Komentar