OJK Minta Insentif Pajak untuk Sukuk

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 18 Mei 2016 08:44
OJK Minta Insentif Pajak untuk Sukuk
Regulator ingin sektor keuangan syariah bisa berkembang.

Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta pemberian insentif pajak bagi surat utang syariah (sukuk). Lewat jalan ini, industri sukuk optimistis bisa berkembang dan lebih kompetitif. 

" Harapannya, akan ada insentif lebih dari sisi pajak bagi sukuk," kata Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK, Sardjito dalam " 41th Annual Meeting Islamic Development Bank (IDB) Group" di Jakarta, Selasa 17 Mei 2016.

Sukuk dan obligasi selama ini memang masih dikenakan biaya sebesar 0,05 persen dari nilai penerbitan. 

Sarjito menilai industri keuangan syariah seharusnya mendapatkan perlakukan yang berbeda dengan industri keuangan konvensional. Dengan pemberian insentif berupa pajak ini, dia optimistis bisa membawa industri keuangan syariah bisa lebih kompetitif dan bersaing dengan industri keuangan konvensional.

" Kalau tidak diberikan insentif dan dibiarkan berkompetisi, dia akan merasa berat," kata Sardjito.

Selain itu, dia mengatakan insentif pajak terhadap keuangan syariah sudah diterapkan oleh banyak negara lain, seperti Malaysia dan Inggris. Dengan stimulus ini, banyak orang yang tertarik untuk " terjun" ke sektor keuangan syariah.

" Orang mau belajar keuangan syariah di sana," kata Sardjito.

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie