Bank Syariah Tak Boleh Terima Wakaf, Ini 5 Kerugian Indonesia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 21 Februari 2017 17:44
Bank Syariah Tak Boleh Terima Wakaf, Ini 5 Kerugian Indonesia
Saat ini Bank Syariah hanya boleh menjadi penyalur wakaf uang.

Dream – Optimalisasi pengelolaan dana wakaf bisa dijalankan oleh bank syariah. Sayangnya, hal ini masih terganjal oleh regulasi.

Direktur Direktorat Penelitian, Pengembangan, Pengembangan, dan Perizinan Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Deden Firman Hendarsyah, mengatakan Undang-Undang No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf mengatur bank syariah tidak bisa sebagai penerima wakaf (nazir).

Bank syariah hanya boleh berperan menjadi lembaga keuangan syariah penyalur wakaf uang (LKS PWU).

“ Hanya sebagai perantara, bukan sebagai nazir,” kata Deden dalam acara “ Melirik Wakaf sebagai Instrumen Potensial Ekonomi Syariah” di Jakarta, ditulis Selasa 21 Februari 2017.

Padahal, kata Deden, ada beberapa keuntungan kalau bank syariah juga turut menjadi nazir. Pertama, bank syariah punya akses terhadap sumber wakaf. Mereka juga memiliki kemampuan investasi dan administratif yang baik dalam mengelola keuangan.

Bank syariah juga memiliki kredibilitas yang baik di mata masyarakat dan potensinya bisa dengan cepat dioptimalkan oleh bank syariah.

“ Kami mengharapkan bank syariah bisa memanfaatkan potensi yang besar dan diarahkan ke wakaf produktif,” kata dia.(Sah)

Beri Komentar