Sisha, Rokok Khas Negara-negara Arab
Dream - Rencana Pemerintah Bahrain menaikkan pajak hasil tembakau sebesar 300% menuai protes pengusaha. Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai melanggar perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agremeent) dengan pihak Amerika Serikat.
Laman Gulf Daily News yang dikutip Dream, Senin 19 Mei 2014, mengungkapkan, Kamar Dagang dan Industri Bahrain (BCCI) menyebutkan negaranya akan kehilangan US$ 265 juta dari penurunan penjualan tembakau jika harga rokok naik 100-300%.
Kenaikan pajak tersebut juga akan memukul kedai kopi, toko-toko, dan peritel. Anggota BCCI Khalid Al Ameen mengatakan pemerintah perlu menyeimbangkan kepentingan pedagang dan keuangan negara, serta masalah kesehatan.
Perusahaan tembakau internasional mengancam akan menuntut pemerintah Bahrain jika jadi menaikkan pajak hasil tembakau tersebut karena melanggar kesepakatan dalam FTA dengan AS.
Eksekutif perusahaan tembakau dan pengusaha yang terkait, serta perwakilan Departemen Perdagangan AS akan mengadakan pertemuan membahas masalah tersebut.
Kawasan Timur Tengah memiliki tingkat penjualan tembakau tertinggi dengan sedikit pembatasan atau pajak atas produk. Di sisi lain, negara-negara Barat justru telah mengeluarkan aturan pelarangan merokok di tempat umum, serta peringatan bahaya merokok yang wajib dalam paket promosi rokok, dan pajak yang tinggi.