Pengunjung Pasar Tradisional Tak Perlu Tunjukan Sertifikat Vaksin Covid-19

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 12 Agustus 2021 14:35
Pengunjung Pasar Tradisional Tak Perlu Tunjukan Sertifikat Vaksin Covid-19
Kemendag punya dua alasan kuat untuk tidak memberlakukan ketentuan sertifikasi buat pembeli di pasar tradisional.

Dream – Sertifikat vaksin Covid-19 kini menjadi syarat masuk untuk masyarakat yang hendak berbelanja di mal Jakarta dan beberapa daerah lain. Pelonggaran kebijakan ini sebagai pembaruan dari ketentuan PPKM level 3 dan 4 yang diperpanjang hingga 16 Agustus 2021.

Meski sudah dipersyaratkan untuk pengunjung mal dan pusat perbelanjaan, Kementerian Perdagangan memastikan syarat serupa takkan diberlakukan di pasar tradisional.

Dikutip dari laman Kementerian Perdagangan, Kamis 12 Agustus 2021, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan, menjelaskan syarat vaksinasi Covid-19 dan antigen di pasar tradisional tidak dimungkinkan diterapkan.

“ Di pasar rakyat, syarat vaksinasi dan antigen dimungkinkan tidak diterapkan,” kata Oke di Jakarta.

1 dari 4 halaman

Ini Alasannya

Pasar tradisional, kata Oke, adalah tempat menjual barang kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kata dia, situasi di pasar tradisional berbeda dengan pusat perbelanjaan dan mall.

Dikatakan bahwa sebagian besar pasar tradisional berada di ruang terbuka dengan sistem udara yang alami. Berbeda denngan pusat perbelanjaan yang umumnya di ruang tertutup dan bependingin udara.

“ Sebagian besar pasar rakyat berada di ruang terbuka dengan sistem sirkulasi udara alami yang risiko penularannya tidak setinggi area pusat perbelanjaan dan mal yang berada di ruang tertutup berpendingin udara,” kata dia.

2 dari 4 halaman

Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Tapi, lanjut Oke, protokol kesehatan tetap harus ditetapkan oleh pedagang dan pembeli saat bertransaksi di pasar tradisional. Ketentuan menggunakan masker, mencuci tangan, dan menggunakan hand sanitizer tetap harus dilakukan.

Penerapan protokol kesehatan ini bertujuan untuk mencegah penularan dan menjaga kesehatan penjual dan pembeli di pasar tradisional.

“ Kuncinya, penerapan protokol kesehatan secara disiplin,” kata dia.

3 dari 4 halaman

Belum Jadi Syarat Pengunjung Masuk Mall, Ini Pesan APPBI Soal Sertifikat Vaksin

Dream – Sertifikat vaksin belum menjadi syarat wajib untuk masyarakat yang hendak masuk mal. Para pengelola pusat perbelanjaan masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah yang diusulkan untuk mengenakan syarat tersebut.

“ Sampai dengan saat ini masih belum ada keputusan resmi pemerintah yang mewajibkan tentang hal tersebut,” kata Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, kepada Liputan6.com, dikutip pada Rabu 4 Agustus 2021.

 

© Dream

 

Wacana memberikan persyaratan masuk mal khusus pengunjung yang telah divaksin diharapkan bisa mendorong program vaksinasi untuk mempercepat pencapaian kekebalan komunitas.

Dengan berbagai upaya yang salah satunya syarat vaksinasi pengunjun mal diharapkan Indonesia bisa keluar dari krisis kesehatan yang sudah berlangsung lebih dari setahun ini.

4 dari 4 halaman

Masih Didominasi Karyawan

Jika jadi diterapkan, Alphonzus mengingatkan pemerintah untuk memastikan ketersediaan dan kemudahan vaksin untuk seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di kota-kota besar.

Di samping itu, dia juga menyarankan pemerintah untuk memastikan kelancaran sertifikat vaksin elektronik agar tidak terjadi permasalahan saat melakukan verifikasi di lapangan.

“ Pemerintah juga harus memastikan e-certificate vaksin dapat berjalan dengan baik dan lancar supaya tidak terjadi kendala saat melakukan verifikasi di lapangan,” kata dia.

Alphonzus mengatakan, sampai saat ini, operasional mall masih didominasi oleh karyawan yang bertugas di sektor esensial karena saat ini pusat perbelanjaan beroperas secara terbatas.

“ Pusat perbelanjaan yang berada di level 4 masih tidak diperbolehkan untuk beroperasi,” kata dia.


(Sumber: Liputan6.com)

Beri Komentar