Pegadaian Sabet Penghargaan di `Indonesia Best eMark Award 2018`

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 27 September 2018 13:42
Pegadaian Sabet Penghargaan di `Indonesia Best eMark Award 2018`
BUMN ini dinilai cepat menghadapi perubahan dan turbulensi.

Dream – PT Pegadaian (Persero) meraih penghargaan kategori Top 3 Financial Non-Banking pada acara Indonesia Best eMark Award 2018 yang digelar PT SWA Sembada Media Bisnis. Perusahaan pelat merah ini dinilai cepat dalam menghadapi disrupsi dan turbulensi.

Ketika lingkungan bisnis mengalami perubahan yang dinamis, Pegadaian tetap menunjukkan komitmennya untuk mengembangkan pertumbuhan bisnis, sehingga terus mengalami peningkatan.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian, Harianto Widodo, mengatakan penghargaan yang diterima ini merupakan bentuk apresiasi dan bisa menjadi pemicu agar Pegadaian bisa terus berinovasi.

Harianto menyebut, BUMN ini fokus menjalankan sebuah prinsip dalam mengembangkan talent manajemen dan sumber daya manusia serta struktural perusahaan yang baik.

“ Pegadaian juga memiliki program Pegadaian Bersih-Bersih, yang terdiri dari Program Bersih Administrasi, Bersih Hati, dan Bersih Lingkungan," kata dia di Bandung, Jawa Barat, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 27 September 2018.

Direktur Utama Pegadaian, Sunarso, tak akan berhenti menciptakan inovasi baru untuk menetrasi ke segmen anak muda.

Misalnya membangun The Gade Coffee and Gold dan aplikasi digital, yaitu Pegadaian Digital Service yang bisa diunduh di Playstore dan Appstore.

“ Kami menargetkan pada tahun 2018 nasabah Pegadaian naik 2,5 juta orang. Jika tahun 2017 kami melayani sebanyak 9,5 juta, tahun 2018 meningkat menjadi 11,5 juta orang,” kata dia. (ism)

1 dari 2 halaman

Dorong Ekonomi Syariah, Pegadaian Konversi Outlet Konvensional

Dream - PT Pegadaian (Persero) menunjukan dukungannya terhadap pertumbuhan ekonomi syariah dengan mengkonversi sejumlah outlet konvensional menjadi syariah. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

" Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah harus disegerakan," kata Direktur Utama Pegadaian, Sunarso, di Jombang, Jawa Timur, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 2 Juli 2018.

Menurut Sunarso, produk keuangan syariah bisa meningkatkan kesejahteraan, tak hanya Muslim, tapi juga semua kalangan masyarakat. Pengembangan produk dan keuangan syariah dan tren industri halal di beberapa kota mampu menggerakkan roda ekonomi, meningkatkan pendapatan, dan kesempatan kerja, termasuk memberdayakan UMKM.

Hal ini diungkapkan oleh Sunarso dalam acara Halaqah Pengasuh Pesantren bersama Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren se-Indonesia.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Maruf Amin, mengatakan pengembangan ekonomi syariah bisa mendorong percepatan pengembangan sektor keuangan syariah. Namun, pemberdayaan ekonomi syariah belum banyak disentuh.

" Untuk itu, kami terus bekerja sama dengan berbagai pihak supaya masyarakat makin paham dengan keberadaan produk-produk syariah, yang bisa dijadikan sumber pembiayaan, menggantikan pembiayaan konvensional dan pemberdayaan ekonomi umat," kata Maruf.

(Sah) 

2 dari 2 halaman

Pegadaian Salurkan Dana Umat Rp1,7 M ke Pesantren

Dream – PT Pegadaian (Persero) berupaya mendorong literasi keuangan syariah masyarakat. Salah satu langkah yang dijalankan adalah menggelar Safari Ramadan ke sejumlah pesantren.

" Pegadaian memiliki tanggungjawab untuk terus melakukan literasi dan inklusi keuangan syariah kepada masyarakat," kata Direktur Utama Pegadaian, Sunarso, di Surabaya, Jawa Timur, melalui keterangan tertulis diterima Dream, Rabu 23 Mei 2018.

Sunarso mengatakan Safari Ramadan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kemauan masyarakat dalam memanfaatkan produk-produk Pegadaian Syariah.

Dalam Safari Ramadan kali ini, Pegadaian mengunjungi 17 pondok pesantren di Jawa Timur dan menyalurkan Dana Kesejahteraan Umat (DKU) perusahaan untuk pemberdayaan umat senilai Rp1,7 miliar.

“ Dana Kesejahteraan Umat ini merupakan bagian dari pembinaan dan pemberdayaan ekonomi umat khususnya di Pondok Pesantren yang Pegadaian lakukan," ucap Sunarso.

" Program ini diharapkan dapat membantu berbagai kegiatan di Pondok Pesantren sebagai wadah membangun santri-santri yang berkualitas,” kata dia melanjutkan.

Sunarso mengatakan Safari Ramadan dan penyaluran DKU merupakan komitmen Pegadaian untuk turut serta membangun lembaga pendidikan yang fokus pada pembinaan umat.

" Kami berharap program Safari Ramadan ini juga dalam upaya mendekatkan diri dan literasi, serta inklusi keuangan syariah utamanya produk-produk Pegadaian Syariah dengan santri-santri di Pondok Pesantren, sehingga program ini dapat memperluas basis nasabah kami hingga kalangan milenial,” kata dia.(Sah)

Beri Komentar