Pekerjaan-Pekerjaan Haram di Akhir Zaman, Salah Satunya Marak Saat Wabah Corona

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 12 Mei 2020 11:12
Pekerjaan-Pekerjaan Haram di Akhir Zaman, Salah Satunya Marak Saat Wabah Corona
Jauh sebelum kondisi ini banyak terjadi di masyarakat, Rasulullah SAW sudah pernah memperingatkan umatnya untuk mewaspadai pekerjaan-pekerjaan yang haram.

Dream - Ada pameo klasik yang mengatakan, " mencari yang haram saja sulit, apalagi yang halal" . Ungkapan tersebut jelas tak sejalan dengan nilai moral, meski realitanya demikian.

Banyak orang yang tak peduli jika pekerjaan yang dilakukannya tidak halal atau melanggar ketentuan syariat. Mereka tetap menjalaninya selama bisa memenuhi kebutuhan perut.

Jauh sebelum kondisi ini banyak terjadi di masyarakat, Rasulullah SAW sudah pernah memperingatkan umatnya untuk mewaspadai pekerjaan-pekerjaan yang haram.

Beliau menyebutkan, salah satu tanda rusaknya akhlak umat manusia adalah ketidakpedulian mereka terhadap cara mencari harta kekayaan. Di antara pekerjaan-pekerjaan yang dilarang adalah sebagai berikut.

1 dari 7 halaman

Menuju Kesyirikan

1. Pekerjaan yang berupa kesyirikan dan sihir, seperti perdukunan, paranormal, ‘orang pintar’, peramal nasib, dan hal-hal yang sejenis dan semakna dengannya.

2. Pekerjaan yang berupa sarana-sarana menuju kesyirikan, seperti menjadi juru kunci makam, membuat patung, melukis gambar makhluk yang bernyawa, dan hal-hal yang sejenis dan semakna dengannya.

3. Memperjual belikan hal-hal yang diharamkan oleh syariat, seperti bangkai, babi, darah, anjing, patung, lukisan makhluk yang bernyawa, minuman keras, narkotika, dan lain sebagainya.

4. Memakan harta riba. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan tinggalkanlah riba yang masih ada pada diri kalian, jika kalian benar-benar beriman. Jika kalian tidak mau melakukannya, maka terimalah pengumuuman perang dari Allah dan Rasul-Nya. ” (QS Al-Baqarah [2] :278-279).

2 dari 7 halaman

Menimbun

5. Menimbun bahan-bahan perdagangan di saat harganya murah dan dibutuhkan oleh masyarakat dengan tujuan meraih keuntungan yang berlipat ganda pada saat harganya melambung tinggi. Dari Ma’ mar bin Abdullah al-Anshari ra dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:

“ Barang siapa menimbun, ia telah berbuat salah.” Dalam lafal yang lain: Tidak ada orang yang melakukan penimbunan selain orang yang berbuat salah. “ 6)

Dari Umar bin Khathab ra , ia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “ Barangsiapa menimbun bahan makanan yang dibutuhkan oleh kaum muslimin, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menimpakan penyakit lepra dan kebangkrutan kepadanya. “ 7)

6. Perjudian. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamer (minuman keras), perjudian, berkurban untuk berhala-berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan, maka jauhilah oleh kalian perbuatan-perbuatan tersebut agar kalian mendapatkan keberuntungan.

Sesungguhnya setan bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian lantaran meminum khamr dan melakukan perjudian dan menghalang-halangi {melalaikan} kalian dari dzikir kepada Allah dan dari shalat. Maka mengapa kalian tidak mau berhenti? (QS Al-Maidah [5]: 90-91).

3 dari 7 halaman

Menunda dan Kurangi Gaji

7. Mengurangi timbangan dan takaran. Kecelakaan bagi orang-orang yang melakukan kecurangan dalam timbangan, yaitu kalau menakar milik orang lain untuk dirinya, ia meminta disempurnakan. Namun, apabila mereka menakar barang dagangan mereka untuk orang lain, ia merugikan orang lain (dengan mengurangi takaran). (QS Al-Muthaffifin: 1-3).

8. Korupsi dan penipuan terhadap rakyat. Dari Ma’qil bin Yasar ra ia berkata: Saya mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda: “ Tidak ada seorang hamba pun yang diberi amanat oleh Allah untuk menjadi pemimpin sebuah masyarakat lalu ia tidak memimpin mereka dengan ketulusan (kejujuran), kecuali ia tidak akan mendapatkan bau surga.” Dalam lafal Muslim: “ … kecuali Allah mengharamkan surga atasnya. “ 8)

9. Menunda-nunda pembayaran gaji buruh dan karyawan atau mengurangi hak-hak mereka.

Dari Abu Hurairah ra dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman ‘Ada tiga golongan yang Aku menjadi musuh mereka; orang yang memberikan sumpah setia dengan menyebut nama-Ku lalu ia mengkhianati, orang yang menjual orang merdeka lalu ia memakan hasil penjualannya, dan orang yang mempekerjakan seorang buruh lalu si buruh menuntaskan pekerjaannya sementara ia tidak mau membayarkan upahnya.”9

4 dari 7 halaman

Memakan Harta Anak Yatim

10. Memakan harta anak yatim secara dzalim. Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dzalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (QS An-Nisa’ [4): 10).

Ingin tahu pekerjaan-pekerjaan yang diharamkan lainnya? Simak  di sini.

5 dari 7 halaman

Dulu Disepelekan, Profesi Ini Jadi Andalan Saat Pandemik Corona

Dream – Bisnis acapkali menjadi cara orang untuk meraup cuan. Namun, tak jarang bisnis yang digeluti malah gulung tikar.

Lantas bagaimana caranya agar bisnis tahan lama?

Founder Bixbux.com dan Affiliate Marketer Wientor Rah Mada seperti dikutip Dream dari akun Instagram Instagram @kemenkopukm memberikan tips mengelola bisnis agar bisa bertahan di tengah wabah pandemik Covid-19 seperti saat ini.

Menurut Wientor salah satu kunci bisnis di situasi seperti saat ini adalah seberapa banyak perusahaan menyediakan tenaga customer service. Tugas mereka tak hanya melayani pertanyaan atau keluhan dari pelanggan. 

Peran costumer service di saat banyak orang tinggal di rumah malah menjadi nilai yang sangat penting bagi perusahaan.

“ Kalau kamu punya toko online, pasti tahu persis bahwa konsumen di Indonesia suka ngobrol dan bertanya,” kata Wientor Rah Mada.

6 dari 7 halaman

Cantumkan Detail Produk

Sebagai pemilik usaha sudah mencantumkan secara detail tentang produk, seperti harga, gambar, warna, ukuran. Pokoknya semua sudah dicantumkan di website dan sebetulnya bisa dibaca sendiri oleh konsumen.

Kendati begitu, konsumen Indonesia pasti akan bertanya kembali bagaimana produk yang dijual kepada penjual.

“ Ya begitulah konsumen kita, gak percayaan, pengennya diomongin sendiri di depan mukanya. Makannya berikan jalan bagi konsumen ini untuk bertanya,” kata Wientor.

7 dari 7 halaman

Bekali dengan Teknik Berjualan

Menurut Wientor, pola checkout page yang seharusnya otomatis, seperti mengisi data, alamat kirim, dan bayar produk yang dibeli. Di Indonesia pola itu sulit untuk diterapkan karena penjualan bisa terjadi melalui WhatsApp.

Dia menyarankan pebisnis harus bisa menangkap konsumen yang seperti ini. Customer service harus dibekali dengan skill softselling dan hardselling.

“ Tahu kapan harus push untuk menjual dan tahu kapan harus santuy sama customer,” kata dia.

(Sah, Instagram @kemenkopukm)

Beri Komentar
Masak Pintar dengan SHARP bersama Chef Deny Gumilang | Online Dream Camp 2020