Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi PNS.
Dream – Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 segera memasuki masa babak akhir. Tahun ini pemerintah membuka keran seleksi untuk lowongan 238.015 formasi di kementerian/lembaga dan instansi daerah.
Jumlah formasi yang dibuka pada seleksi CPNS tahun ini dinilai sangat banyak mengingat beberapa tahun sebelumnya pemerintah menetapkan penghentian sementara (moratorium) penerimaan CPNS empat tahun.
Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Dwi Wahyu Atmaji mengaku jika fenomena ini memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Salah satunya adalah momen penerimaan CPNS yang berdekatan dengan penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.
“Saya sering ditanya itu moratorium. Tiba-tiba tahun ini, kok banyak. Apakah terkait Pilpres?” kata Sekretaris Menteri PANRB, Dwi Wahyu Atmaji, ketika berdialog dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), di Jakarta, Rabu, 19 Desember 2018.
Dwi menjelaskan kebijakan moratorium yang dilakukan pemerintah sebelumnya sengaja dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan pegawai pemerintah. Kebijakan ini juga dibuat agar ada pemerintah menempatkan orang yang tepat di formasinya.
“Sudah berlangsung empat tahun,” kata dia.
Tahun ini, lanjut Dwi, rekrutmen CPNS kembali dibuka dengan membuka lowongan hingga ratusan ribu orang. Keputusan ini dibuat karena pemerintah membutuhkan pengganti PNS yang telah memasuki usia pensiun.
Untuk diketahui, jumlah PNS aktif sebelum moratorium sebanyak 4,6 juta orang. Saat ini tercatata sudah ada 400 ribu PNS yang pensiun sehingga sisanya berjumlah 4,2 juta orang.
“Yang pensiun itu guru dan tenaga kesehatan. Padahal, program-program pemerintah, nawacita, banyak membutuhkan tenaga pendidikan dan kesehatan,” kata dia.
Selain moratorium, Dwi juga membahas rekrutmen seleksi CPNS 2018. Dia mengatakan ada 4,43 juta orang yang membuka akun peserta seleksi CPNS. Dari jumlah tersebut sebanyak 3,78 juta orang yang melakukan daftar ulang.
“Yang menyerahkan dokumen ada 3,6 juta orang dan yang lulus SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) ada 2,8 juta orang. Tingkat kelulusannya 5,25 persen,” kata dia.
Dwi mengatakan tingkat kelulusan di Indonesia Timur sangat kecil. Jumlahnya mencapai 1,4 persen, sedangkan wilayah Indonesia Barat 3,8 persen dan Indonesia Tengah 2,2 persen.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
