Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Ilustrasi (Shutterstock)
Dream - Sahabat Dream tentu pernah mengalami sakit batuk. Seringkali batuk menjadi penyakit yang diremehkan masyarakat. Padahal, berbagai penyakit berbahaya dimulai dari gejala batuk.
Apabila mengalami batuk berkepanjangan, Sahabat Dream harus berhati-hati, bisa jadi itu gejala kanker paru-paru. Tak jarang, batuk berkepanjangan itu sering keluar darah.
" Kalau batuk selama 4 minggu tidak sembuh-sembuh, ada indikasi infeksi atau TBC. Kalau 8 minggu tidak sembuh-sembuh, bisa jadi ada keganasan. Jadi, harus diperiksakan. Jangan hanya konsumsi obat warung," ujar Alex Ginting, Pulmonologist di Gran Melia, Jakarta Selatan, Rabu 28 November 2018.
Pemeriksaan ini juga mencegah keterlambatan penanganan. Apalagi, jika diketahui pasien telah memasuki stadium akhir.
" Hampir seluruh pasien yang datang ke rumah sakit sudah berada di stadium 3B hingga 4" .
Gejala Kanker paru-paru
Selain batuk yang tidak sembuh-sembuh. Gejala lainnya pun tidak khas, seperti sesak napas, nyeri dada, kelelahan tanpa sebab jelas, pembengkakan di muka maupun leher, sakit kepala serta tulang, berat badan menurun, suara serak, sulit menelan, dan ujung jari menjadi cembung.
Pentingnya mengenali gejala dan penanganan dini bukan hanya untuk mencegah parahnya penyakit, tapi juga mengetahui metode penyembuhan paling tepat.
Metode Pemeriksaan
" Setiap orang penanganannya berbeda. Tidak hanya kemoterapi dan radiasi saja. Supaya lebih tepat, bisa melakukan pemeriksaan EGFR dan ALK," katanya.
Dengan pemeriksaan EGFR dan ALK, dokter bisa mengetahui apa yang dibutuhkan oleh genotipe seseorang.
Namun, pemeriksaan ini cukup mahal dan masih jarang dipraktikkan di pasaran.
" Biayanya mencapai 6 digit. Baru ada di beberapa tempat seperti Dharmais, Siloam dan perusahaan farmasi lainnya," imbuhnya.
Kamu juga bisa memilih metode pemeriksaan umum seperti CT Scan, tes darah abnormal, X-ray dan MRI. (ism)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha