ISSI Mulai Siuman, Indeks Bluechips Syariah Meroket

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 20 Maret 2020 16:58
ISSI Mulai Siuman, Indeks Bluechips Syariah Meroket
IHSG pun lompat 2 persen.

Dream - Kondisi bursa saham regional yang kembali bangkit setelah melihat sinyal upaya besar-besaran negara di dunia mengatasi pandemik corona membawa kabar baik bagi bursa saham Indonesia. Setelah empat hari berturut-turut bergerak melemah, indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya meroket ke zona hijau.  

Sinyal positif juga datang dari upaya pemerintah yang mulai melancarkan perang dalam upaya mengurangi penyebaran virus corona baru, Covid-19.

Angin positif dari kondisi bursa regional dan langkah pemerintah mencegah penularan corona membuat bursa saham Indonesia langsung bergembira. Indeks bluechips syariah bahkan terbang di atas 5 persen

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) jelang libur akhir pekan ini menutup perdagangan dengan naik tajam 4,279 poin (3,58%) ke level 123,784.

ISSI sempat hati-hati memulai perdagangan dengan bergerak melemah ke level 119,505 saat sesi prapembukaan. ISSI masih terus tertekan hingga perdagangan sesi pertama dengan ditutup melemah di level 117,921.

Tanda-tanda aksi beli investor mulai terlihat saat sesi perdagangan kedua dimulai. ISSI yang mulai bergerak naik akhirnya menembus zona hijau dan sempat menyentuh level tertinggi di 124,475. 

Aksi beli besar-besaran melanda saham-saham bluechips syariah. Dua indeks acuan keping biru syariah bahkan melesat sampai di atas 5 persen.

Jakarta Islamic Index (JII) menyambut libur akhir pekan ini dengan melesat 24,654 poin (6,06%) ke level 431,165. Sementara indeks JII70 bertambah 7,004 poin (5,12%) ke level 143,775.

Penguatan cukup tajam juga dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 89,522 poin (2,18%) ke level 4,194,944.

1 dari 5 halaman

Ada Indeks Sektoral Melesat di Atas 5 Persen

Sentimen positif ini mendongkrak kepercayaan diri investor. Para penanam modal beramai-ramai melantai di bursa, terutama di sektor barang konsumsi, infrastruktur, dan manufaktur. Indeks sektor barang konsumsi melonjak sampai 7,79 persen, infrastruktur 5,75 persen, dan manufaktur 5,74 persen.

Hanya dua indeks yang melemah yaitu industri aneka sebesar 1,61 persen dan keuangan 1,4 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya melesat Rp2.250, INTP Rp1.850, STTP Rp1.000, ITMG Rp800, dan UNVR Rp575.

Sebaliknya, yang mendekam di posisi top loser kali ini adalah SILO yang harga sahamnya melemah Rp365, JECC Rp350, TGKA Rp345, dan LINK Rp210.

Dari pasar uang, dolar AS tetap perkasa. Mata uang Paman Sam menguat 298 poin (1,84%) ke level Rp16.210 per dolar AS.(Sah)

2 dari 5 halaman

Menjauh dari Bursa Karena Isu Corona, Indeks Syariah Melemah

Dream - Pandemik wabah virus corona baru, Covid-19, menjadi isu yang mencemaskan pelaku pasar. Investor masih menghitung efektivitas berbagai stimulus dan upaya pencegahan yang dibuat berbagai negara di dunia untuk mengurangi penyebaran virus tersebut.

Kecemasan tersebut membuat investor lagi-lagi menahan diri terjun ke lantai bursa. Hal yang sama dilakukan pemodal di pasar saham syariah. 

Tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak ditutup melemah pada perdagangan, Rabu, 18 Maret 2020.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 3,378 poin (2,61%) ke level 125,809. Sejak sempat dibuka menguat tipis ke level 129,574 saat sesi pembukaan dibuat. Hanya bisa menyentuh level tertinggi di 129,877, ISSI langsung terjun ke zona merah saat sesi perdagagan baru berjalan beberapa menit.

 

 © Dream

 

ISSI sempat tersungkur ke level terendah di 124,292 dan berhasil memperbaiki kondisi jelang penutupan.

Tekanan jual juga melanda indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang melorot 17,631 poin (3,90%) ke level 434,494. Sementara Indeks JII70 terguling 5,432 poin (3,59%) ke level 145,971.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 126,076 poin (2,83%) ke level 4.330,674.

3 dari 5 halaman

Terus Hantui Investor

Ancaman pandemi corona membuat investor masih takut melantai di bursa. Aksi jual saham marak terjadi di sektor infrastruktur, barang konsumsi, dan pertanian. Ketiga indeks ini melemah masing-masing sebesar 3,85 persen, 3,77 persen, dan 3,45 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah POLL yang harga sahamnya naik Rp350, TCPI Rp210, TPIA Rp200, HERO Rp190, dan INTP Rp175.

Sebaliknya, harga saham GMTD terkoreksi Rp700, ITMG Rp475, UNVR Rp450, ICBP Rp425, dan SILO Rp400.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah masih melemah terhadap dolar AS. Kurs dolar AS menguat 36 poin (0,24%) ke level Rp15.208 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Perdagangan Sempat Dibekukan, Indeks Syariah Tiarap

Dream - Indeks syariah kompak melemah pada perdagangan, Selasa, 17 Maret 2020. Sentimen regional dan global yang masih mencemaskan dampak virus corona baru, Covid-19, membuat pelaku pasar menjauh dari lantai bursa.

Seperti diketahui sejumlah negara di dunia mulai memberlakukan kebijakan lockdown, atau penutupan akses keluar masuk warga, untuk mencegah penyebaran virus corona. Beberapa di antaranya adalah Filipina dan Malaysia.

Perdagangan saham di hari ini juga diwarnai keputusan orotitas bursa, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang membekukan sementara perdagangan (trading hal) selama 30 menit saat jam perdagangan menunjukan pukul 15.02 WIB. 

Rangkaian sentimen negatif ini membuat tiga indeks acuan saham syariah berguguran. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini terjun bebas sampai 6,337 poin (4,68%) ke level 129,817. ISSI terus merosot setelah dibuka di level 135,524. Aksi jual investor membuat indeks ini tersungkur ke level 128,822.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), melemah 30,941 poin (6,40) ke level 452,125.

Indeks JII70 terkoreksi 9,938 poin (6,16%) ke level 151,403.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat anjlok di atas 5 persen akhirnya menutup perdagangan dengan koreksi tajam 233,908 poin (4,99%) ke level 4.456,749.

Sekadar informasi, perdagangan sempat dilakukan trading halt pada 15.02 karena IHSG turun 5 persen, Perdagangan dilakukan kembali pada 15.32 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal.

5 dari 5 halaman

Empat Sektor Ini `Terbakar` 5 Persen

Semua indeks sektoral terbakar. Kekhawatiran terhadap virus covid-19 membuat investor ramai-ramai melepas saham, terutama di sektor industri dasar. infrastruktur, manufaktur, industri aneka, dan keuangan.

Indeks sektor industri dasar anjlok 5,90 persen, infrastruktur 5,87 persen, manufaktur 5,70 persen, industri aneka 5,68 persen, dan keuangan 5,63 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah CMNP yang harga sahamnya naik Rp270, UNIC Rp200, FASW Rp100, SILO Rp100, dan PNSE Rp92.

Harga saham UNTR terkoreksi Rp1.000, INTP Rp725, ICBP Rp650, ITMG Rp500, dan UNVR Rp475.

Dari pasar uang, dolar AS masih anteng di level Rp15 ribu. Pada 16.43, kurs mata uang Paman Sam menanjak 213 poin (1,41%) ke Rp15.145 per dolar AS.

Beri Komentar